Selasa
11 Agustus 2026 | 10 : 41

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Novita Ingin Anak-anak Trenggalek Menjadi Generasi Emas, Bukan Generasi Korban

pdip-jatim-250523-pkk-nggalek-1

TRENGGALEK – Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Trenggalek, Novita Hardini, menegaskan komitmennya dalam mencegah praktik perkawinan anak di wilayahnya.

Hal ini dia sampaikan usai Pokja TP I Kabupaten Trenggalek menerima penghargaan Inovasi Kader PKK berprestasi Tahun 2025 melalui program Pencegahan Perkawinan Anak (Cepak) yang dilaksanakan Provinsi Jawa Timur.

“Kami memulai program Cepak sejak 2021 dan terus berjalan hingga hari ini, bahkan akan terus kami kawal ke depannya. Ini bukan program sesaat, tapi gerakan jangka panjang untuk menyelamatkan masa depan anak-anak kita,” ujar Novita, Kamis (22/5/2025).

Penurunan signifikan angka perkawinan anak di Kabupaten Trenggalek menunjukkan tren penurunan yang sangat menggembirakan dari data yang dihimpun Tahun 2021: 7,6%, Tahun 2022: 3,4%, Tahun 2023: 1,66%, Tahun 2024: 0,93%.

“Kami optimis tren ini akan terus menurun,” tambah perempuan yang juga menjabat sebagai anggota Komisi VII dari Fraksi PDI Perjuangan DPR RI ini.

Menurut Novita, perkawinan anak berpotensi menimbulkan berbagai masalah sosial.

Selain rawan menyebabkan kekerasan dalam rumah tangga, praktik ini juga membuka peluang terjadinya kemiskinan struktural.

“Kami ingin anak-anak Trenggalek tumbuh menjadi generasi emas, bukan generasi korban. Ketika anak-anak dinikahkan terlalu dini, mereka rentan menjadi korban kekerasan dan berpotensi melanggengkan lingkaran kemiskinan,” tegasnya.

Dia menyebut dua faktor utama penyebab tingginya angka perkawinan anak, yaitu kemiskinan dan rendahnya tingkat pendidikan. Oleh karena itu, pendekatan yang dilakukan pun bersifat menyeluruh.

Beberapa metode yang diterapkan misalnya melakukan sosialisasi pencegahan perkawinan anak di desa-desa dan sekolah, pendampingan keluarga untuk membangun kesadaran orang, peningkatan pola asuh yang lebih mendukung perkembangan anak serta konseling calon pengantin (catin) usia anak, bekerja sama dengan KUA dan instansi terkait.

Novita yang juga dikenal sebagai tokoh pemberdayaan perempuan itu pun menegaskan bahwa keberhasilan penurunan angka perkawinan anak bukanlah hasil kerja instan, melainkan kolaborasi lintas sektor dan tekad bersama.

“Kami ingin menjadikan Trenggalek sebagai kabupaten ramah anak, tempat di mana masa depan mereka tidak diputus di tengah jalan hanya karena faktor ekonomi atau budaya. Ini adalah perjuangan lintas waktu, lintas generasi,” tutupnya. (aris/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

SEMENTARA ITU...

Wabup Lamongan Lepas 38 Anggota Pramuka ke Jambore Nasional 2026

LAMONGAN – Wakil Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Wakamabicab) Gerakan Pramuka Lamongan sekaligus Wakil Bupati ...
EKSEKUTIF

Mas Ipin Turun ke Pesisir Munjungan, Tegaskan Pemkab Trenggalek Hadir dan Serap Aspirasi Warga

TRENGGALEK – Bupati Trenggalek M. Nur Arifin menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk tetap hadir di tengah ...
LEGISLATIF

Kanang Serahkan Tiga Unit Combine Harvester untuk Poktan di Ngawi

NGAWI – Kabupaten Ngawi dikenal sebagai salah satu daerah lumbung padi nasional. Di tingkat Jawa Timur, Ngawi juga ...
UMKM

Polikultur Rumput Laut dan Bandeng di Pangkahkulon Gresik Dilirik DPRD, Kades Sebut Air Tambak Jernih seperti Akuarium

GRESIK — Inovasi budidaya rumput laut yang dipadukan dengan ikan bandeng dan udang (polikultur) di Desa ...
SEMENTARA ITU...

Eri Cahyadi Ingatkan Mahasiswa Baru ITS: Jangan Hanya Andalkan AI, Perkuat Karakter dan Integritas

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengingatkan mahasiswa baru ITS agar tidak hanya mengandalkan AI, tetapi memperkuat ...
SEMENTARA ITU...

Andreas Buka Peluang UMKM Eks Dolly Tembus Pasar Ekspor, Risma Tekankan Pasar Lokal Harus Kuat

Anggota DPR RI Andreas Eddy Susetyo membuka peluang UMKM eks Dolly menembus pasar ekspor, sementara Risma ...