Selasa
06 Oktober 2026 | 10 : 17

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Pimpin Sidang Parlemen OKI, Puan: Islam Miliki Modal Jadi Kekuatan Baru Dunia

pdip-jatim-250515-parlemen-oki

JAKARTA – Ketua DPR RI Puan Maharani memimpin sidang Komite Umum (General Committee) Parliamentary Union of the OIC Member States (PUIC) atau konferensi Persatuan Parlemen negara-negara yang tergabung dalam Organisasi Kerjasama Islam (OKI). Ia pun menyinggung mengenai Islam yang memiliki modal sebagai kekuatan baru dunia.

Sesi sidang ini digelar di Ruang Paripurna, Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (14/5/2025). Adapun sidang ini merupakan pertemuan ke ke-26 Komite Umum PUIC di mana DPR bertindak sebagai tuan rumah Konferensi PUIC ke-19.

Tampak Puan duduk di meja pimpinan sidang diapit oleh Sekjen PUIC Mouhamed KhouraichiNiass, dan Deputi Sekjen PUIC Ali Asghad Mohammadi Sinjani.

“Dengan mengucap Bismillahirrohmanirrohim, pertemuan ke-26 Parliamentary Union of the OIC Member States (PUIC) General Committee saya nyatakan dibuka,” kata Puan membuka sidang ditandai dengan ketukan palu sidang sebanyak 3 kali.

Puan pun mengucapkan selamat datang dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh Pimpinan dan Delegasi Parlemen negara-negara anggota Parlemen OKI yang hadir di Jakarta sejak awal pekan ini. Perhelatan di Jakarta tahun 2025 juga sekaligus menandakan 25 tahun usia (silver jubilee) PUIC sejak pertama didirikan pada tahun 1999.

Meski acara pembukaan resmi baru digelar malam nanti, namun rangkaian kegiatan PUIC ke-19 sudah dimulai sejak Senin (12/4) dengan sejumlah pertemuan penting. Mulai dari soal isu terkait Palestina dan Minoritas Muslim, Dialog Peradaban dan Agama, Ekonomi dan Lingkungan, serta isu Hak Asasi Manusia, Perempuan dan Keluarga.

Konferensi PUIC ke-19 dihadiri delegasi parlemen 37 negara anggota OKI. Total ada sekitar 500 anggota delegasi yang hadir, termasuk dari negara-negara observer.

“Kita berkumpul untuk mendiskusikan isu-isu yang penting dan krusial bagi eksistensi umat di negara muslim maupun negara dengan penduduk mayoritas muslim,” tuturnya.

Puan lalu menyinggung soal umat muslim di dunia yang mencapai dua miliar penduduk. Ia mengatakan, jumlah penduduk umat muslim telah mendominasi hampir 25 persen populasi global.

“Idealnya, kita dapat menjadi elemen kekuatan baru dari tatanan dunia. Pada satu titik, Islam memiliki modal untuk menjadi kekuatan baru dunia. Kita adalah kekuatan peradaban yang menekankan persatuan umat,” ungkap Puan.

“Islam adalah peradaban yang menghargai keberagaman dan pluralisme, sebagaimana tercermin di Piagam Madinah. Bahkan Islam pernah mencapai masa kejayaan dan keemasan yang melahirkan filsuf, ilmuwan, insinyur, yang berkontribusi terhadap perkembangan teknologi dan kebudayaan dunia,” imbuhnya.

Meski begitu, Puan menyebut beragam tantangan baik domestik dan global saat ini membayangi negara muslim dan negara berpenduduk muslim mayoritas dalam menampilkan perannya sebagai kelompok yang diperhitungkan di dunia.

“Di level domestik, kita masih perlu menjawab berbagai pertanyaan dari publik mengenai mampukah kita menyediakan pelayanan publik yang baik, transparan, dan akuntabel,” ujar Ketua DPP PDI Perjuangan tersebut.

“Di sisi lain, kita juga harus menavigasi beragam cengkeram kepentingan politik global dan memperkuat upaya menjaga soliditas antarnegara anggota OKI,” sambung perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI itu.

Oleh karenanya, Puan mengaku merasa berbahagia melihat delegasi Parlemen Negara-Negara OKI dapat hadir mendiskusikan topik utama konferensi kali ini yakni “PUIC Silver Jubilee – Good Governance and Strong Institutions as Pillar of Resilience”.

“Topik ini menjadi pilihan sebagai upaya kita melihat dan membangun ke dalam, baik sebagai negara, parlemen, maupun organisasi PUIC, agar dapat berkontribusi lebih baik ke umat dan publik serta dunia,” sebut Puan.

Sejak kesepakatan pembentukan pada tahun 1999 dan kemudian secara resmi beroperasi sejak tahun 2000, Puan mengatakan sudah banyak hal yang dilakukan PUIC.

“Organisasi antarparlemen negara Islam dan berpenduduk mayoritas Islam ini telah mengarungi beragam perjalanan dalam upaya memperkuat solidaritas antarparlemen dan umat,” ucapnya.

“Kini seiring dengan perayaan ke-25 dari PUIC (silver jubilee), sudah saatnya bagi kita untuk menata kembali bagaimana sebuah organisasi parlemen dan antarparlemen berjalan,” imbuh Puan.

Dalam sidang 26th Session of the PUIC General Committee ini, Sekretaris Jenderal (Sekjen) PUIC Mouhamed KhouraichiNiass dan Presiden PUIC ke-18, Ketua Majelis Nasional Republic Pantai Gading, Adama Bictogo turut menyampaikan pandangan.

Puan pun memuji keberhasilan parlemen Pantai Gading yang memegang keketuaan PUIC tahun 2024, khususnya sang ketua, Adama Bictogo yang memegang tongkat Presidensi PUIC ke-18.

“Peran signifikan Yang Mulia Presiden PUIC ke-18 dalam memimpin PUIC setahun ke belakang dan menavigasi kepentingan organisasi dalam beragam agenda global merupakan peran berharga dalam sejarah PUIC,” jelas mantan Menko PMK itu.

Usai penyampaian pendapat, sesi sidang ini kemudian melakukan pemilihan komposisi Kepemimpinan Biro untuk Konferensi PUIC ke-19 yang terdiri dari Presiden Konferensi, dua Wakil Ketua dan Rapporteur (pelapor).

Sejalan dengan Pasal 4 Statuta PUIC, Ketua DPR RI Puan Maharani sebagai tuan rumah akan memimpin memimpin jalannya Konferensi PUIC ke-19.

Sementara dua wakil ketua lainnya akan dipilih dari ketua delegasi parlemen dari kawasan lainnya yakni dari Kelompok Afrika dan Kelompok Arab. Lalu, Rapporteur akan dipilih dari delegasi yang hadir.

Puan lalu meminta persetujuan anggota PUIC yang mengikuti sidang atas nama-nama tersebut. “Pada kesempatan ini, saya meminta persetujuan peserta untuk merekomendasikan nama-nama tersebut untuk disetujui sebagai anggota Biro Pimpinan Konferensi PUIC ke-19. Apakah dapat disetujui?” tanya Puan.

“Setuju,” jawab peserta sidang serentak dilanjutkan ketukan palu sidang Puan tanda pengesahan.

Selain memilih Biro Pimpinan Konferensi PUIC ke-19, peserta sidang juga menyepakati agenda dan program kerja PUIC General Committee ke-26, serta hasil laporan kerja organisasi dalam aktivitas terkait PUIC General Committee. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

SEMENTARA ITU...

Dari Tegang hingga Pecah dalam Sorak, Ribuan Warga Kediri Rayakan Kemenangan Timnas

KEDIRI – Malam di kawasan Simpang Lima Gumul (SLG), Kabupaten Kediri, berubah menjadi lautan sorak. Ribuan warga ...
LEGISLATIF

DPRD Magetan Gelar Temu Media, Tegaskan Pentingnya Sinergi dan Kritik Konstruktif

MAGETAN — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Magetan menggelar agenda temu media bersama insan pers. ...
EKSEKUTIF

Rumah Inspirasi Hadir di Pelosok Trenggalek, Mas Ipin Berharap Cetak Generasi Berkarakter

TRENGGALEK – Kehadiran Rumah Inspirasi Trenggalek PAUD Al Huda di Desa Sumurup, Kecamatan Bendungan, diharapkan ...
KRONIK

Ditanya Gugatan Syarat Pendidikan Gibran, Puan: Kami Menghormati Proses yang Berjalan

JAKARTA – Ketua DPR RI sekaligus Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani memilih tidak berspekulasi mengenai gugatan ...
LEGISLATIF

Fraksi PDI Perjuangan Minta APBD Jatim 2027 Diukur dari Dampak Nyata, Bukan Serapan

SURABAYA – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur meminta keberhasilan APBD 2027 tidak diukur hanya dari tingginya ...
LEGISLATIF

Tok! DPR Sahkan UU Pelindungan Ketenagakerjaan dan UU Satu Data Indonesia

JAKARTA – DPR RI mengesahkan UU Pelindungan Ketenagakerjaan yang dirancang memperkuat hak pekerja sekaligus menjaga ...