SURABAYA – Sekretaris DPC PDI Perjuangan Surabaya, Baktiono, menepis tudingan yang menyebutkan Wali Kota Eri Cahyadi menghamburkan anggaran karena menggelar tasyakuran dan silaturahmi.
“Tasyakuran itu berapa sih? Wong ada standarisasinya untuk makan. Kan untuk makan aja. Iya kan? Tasyakuran itu,” kata Baktiono, Senin (3/3/2025).
Menurutnya, anggaran tasyakuran diambil dari operasional wali kota dan wakil wali kota, yang dinilai sudah mencukupi.
Baca juga: Silaturahmi dan Buka Bersama di Hari Pertama Kerja, Eri-Armuji Santuni Anak Yatim
Selain itu, acara ini justru menghemat anggaran karena dilakukan secara singkat di Balai Kota.
“Kalau tasyakuran tersentral di Balai Kota dan dikelilingi seluruh pendukung partai, itu lebih efektif. Daripada setiap parpol minta tasyakuran sendiri-sendiri, itu malah menghamburkan uang lebih banyak,” jelasnya.
Anggota Komisi B DPRD Kota Surabaya juga menegaskan momen tasyakuran ini bertepatan dengan bulan Ramadhan, yang dirangkai pembagian bingkisan untuk masyarakat.
Menurutnya, dalam pemerintahan terdapat standar satuan harga daerah (SSHD) yang mengatur anggaran kegiatan, sehingga penggunaannya tetap terkendali.
“Jadi itu bukan penghamburan. Kalau setiap parpol minta anggaran tasyakuran sendiri, nah itu baru penghamburan,” ujar Baktiono. (nia/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS