SURABAYA – Anggota Komisi D DPRD Surabaya melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah puskesmas pada Selasa (25/2/2025) malam. Hasilnya, tiga puskesmas ditemukan dalam kondisi tertutup, yakni Puskesmas Sidotopo Wetan, Ketabang, dan Peneleh.
Sekretaris Komisi D DPRD Surabaya Arjuna Rizky Dwi Krisnayana mengatakan sidak digelar sebagai tidak lanjut pertemuan komisinya dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya, Senin (24/2/2025).
Dalam hearing, Kepala Dinkes Surabaya Nanik Sukristina mengatakan kalau semua puskesmas telah beroperasi selama 24 jam.
Sehingga dapat melayani pasien dengan maksimal, termasuk pasien BPJS Kesehatan. Khususnya menangani 114 penyakit, yang harus ditangani faskes pertama.
Namun pada kenyataan di lapangan, belum semua puskesmas melayani masyarakat 24 jam dengan maksimal. Misalnya puskesmas Sidotopo Wetan, saat pihaknya datang, ada dua tenaga kesehatan (nakes) yang berjaga.
Meski begitu, puskesmas dalam kondisdpri tertutup. Pintu pagar tertutup rapat dan semua lampu gedung dimatikan.
“Lalu di depan tidak ada papan pemberitahuan terkait informasi layanan buka 24 jam. Jadi percuma, walaupun ada nakes yang berjaga tapi warga nggak tahu kalau puskesmas masih buka,” kata Arjuna di ruang rapat Komisi D DPRD Surabaya, Rabu (26/2/2025).
Kemudian pihaknya menilai petugas yang berjaga belum maksimal. Yakni petugas pendaftaran dilakukan oleh driver ambulans.
Sehingga otomatis, jika ada panggilan penanganan medis di luar, maka secara otomatis layanan pendaftaran tidak dapat ditangani.
“Begitu juga yang terjadi di Puskesmas Peneleh. Kondisinya sama seperti dengan Puskesmas Sidotopo Wetan,” ujarnya.
Berbeda dengan Puskesmas Ketabang. Tidak ada nakes yang stanby 24 jam.
Yang ada hanya petugas jaga. Yakni pelayanan medis diberikan melalui on call, jika ada masyarakat yang datang.
“Ini menjadi catatan penting buat pemkot ya. Segera OPD yang bersangkutan akan kembali kami panggil,” kata politisi PDI Perjuangan tersebut. (nia/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS










