Rabu
02 September 2026 | 12 : 23

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Cegah Kerusakan Cagar Budaya di Malang, Redam Ingatkan Harus Dijaga Serius

pdip-jatim-250215-redam-cagar-budaya

MALANG – Keberadaan cagar budaya kepurbakalaan di wilayah Kabupaten Malang belum banyak menjadi perhatian masyarakat. Cagar budaya yang masih belum terangkat, keberadaannya bisa terancam jika tidak dijaga dengan serius.

“Saya mendapati, beberapa tempat yang diyakini situs purbakala yang ada di lingkungan masyarakat, masih perlu digali dan lebih diperhatikan,” kata anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Malang, Redam Guruh Krismantara, pada Kamis (13/2/2025).

Keberadaan cagar budaya ini, seperti didapatinya di situs Punden Jenar, yang ada di Dusun Kemuning, Desa Kranggan, Ngajum, Kabupaten Malang, di sela kegiatan sinergi di Kecamatan Ngajum.

Cagar budaya berupa situs Punden Jenar yang ada di lereng Gunung Kawi tersebut kondisinya mulai mengalami pelapukan.

“Batu prasastinya patah, tetapi oleh warga malah disemen biar tidak patah. Akibatnya, tulisan prasasti menjadi tidak terbaca dengan sempurna,” ungkap, dilansir dari Gesuri.

Menurut Redam, keberadaan obyek bernilai atau sebagai cagar budaya, diperkirakan jumlahnya sangat banyak. Bahkan, ini dimungkinkan ada di setiap wilayah desa atau kecamatan.

Karena itu pula, mendapati temuan kasuistik yang ada di situs Punden Jenar Kemuning, dia berharap agar kondisi serupa tidak terjadi di tempat-tempat lain, yang sudah diyakini sebagai obyek bersejarah.

“Keberadaan obyek situs yang disitu memang ada prasastinya, jangan sampai rusak karena kurang dilestarikan atau terawat. Setidaknya tulisan di prasasti harus tetap bersih dan terbaca. Ini harus jadi perhatian Pemkab Malang,” tegas anggota Komisi I DPRD ini.

Disinggung soal urgensi terhadap situs kepurbakalaan atau cagar budaya harus dijaga, Redam menegaskan, karena menjadi identitas warisan para pendahulu, yang bisa digali sejarahnya sebagai bedah kerawang desa atau lainnya.

“Keberadaan situs cagar budaya dengan prasasti itu bisa menjadi bukti sejarah asal mula sebuah daerah. Jadi, memang harus dijaga, sebagai literasi untuk meluruskan sejarah awalnya,” ungkapnya.

Terlepas itu, sosok kader muda PDI Perjuangan ini yang memang mencintai dunia kesejarahan, terutama sejarah kepurbakalaan.

Sedari masa kecil, dia sudah dikenalkan oleh orang tuanya tentang kepurbakalaan dan sejarah bangsa, mulai era kerajaan sampai kemerdekaan menjadi NKRI sudah diselaminya.

Redam mengaku, pernah terlibat pemantauan proses eskavasi situs Srigading, Lawang, pada 2022 lalu. Juga, memantau eskavasi talud penahan tanah Situs Kumitir, Mojokerto, selama 2020 dan 2021. (ull/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

P-APBD 2026 Disahkan, Ketua DPRD Ngawi Ingatkan 5 Program Prioritas RKPD

NGAWI – Ketua DPRD Kabupaten Ngawi Yuwono Kartiko (King) mengingatkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ngawi agar ...
KRONIK

Bupati Fauzi Minta KONI Sumenep Perkuat Pembinaan Atlet Muda

SUMENEP – Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, menegaskan pentingnya pembinaan atlet sejak usia dini untuk ...
LEGISLATIF

Baru 26 dari 190 Titik Punya ZoSS, Dewanti Minta Sekolah Rawan Kecelakaan di Malang Segera Dipetakan

SURABAYA — Fasilitas Zona Selamat Sekolah (ZoSS) di Kabupaten Malang dinilai masih jauh dari kebutuhan. Dari 190 ...
LEGISLATIF

Puan Sambut Gus Kikin dan KH Miftachul Akhyar Pimpin PBNU, Harap NU Makin Baik

JAKARTA — Ketua DPR RI Puan Maharani menyambut terpilihnya KH Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam dan KH Abdul Hakim ...
KRONIK

Ketua Pansus 2 DPRD Tulungagung Tekankan Perda Kesejahteraan Sosial Harus Berdampak Nyata

TULUNGAGUNG – Ketua Panitia Khusus (Pansus) 2 DPRD Kabupaten Tulungagung, Joko Tri Asmoro, menekankan bahwa Perda ...
KRONIK

Novita: Semangat Kebersamaan Hari Jadi Trenggalek Harus Jadi Energi Percepat Pembangunan

TRENGGALEK — Semangat kebersamaan dan gotong royong yang tercermin dalam peringatan Hari Jadi ke-832 Kabupaten ...