Selasa
02 Juni 2026 | 7 : 09

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Cegah Kerusakan Cagar Budaya di Malang, Redam Ingatkan Harus Dijaga Serius

pdip-jatim-250215-redam-cagar-budaya

MALANG – Keberadaan cagar budaya kepurbakalaan di wilayah Kabupaten Malang belum banyak menjadi perhatian masyarakat. Cagar budaya yang masih belum terangkat, keberadaannya bisa terancam jika tidak dijaga dengan serius.

“Saya mendapati, beberapa tempat yang diyakini situs purbakala yang ada di lingkungan masyarakat, masih perlu digali dan lebih diperhatikan,” kata anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Malang, Redam Guruh Krismantara, pada Kamis (13/2/2025).

Keberadaan cagar budaya ini, seperti didapatinya di situs Punden Jenar, yang ada di Dusun Kemuning, Desa Kranggan, Ngajum, Kabupaten Malang, di sela kegiatan sinergi di Kecamatan Ngajum.

Cagar budaya berupa situs Punden Jenar yang ada di lereng Gunung Kawi tersebut kondisinya mulai mengalami pelapukan.

“Batu prasastinya patah, tetapi oleh warga malah disemen biar tidak patah. Akibatnya, tulisan prasasti menjadi tidak terbaca dengan sempurna,” ungkap, dilansir dari Gesuri.

Menurut Redam, keberadaan obyek bernilai atau sebagai cagar budaya, diperkirakan jumlahnya sangat banyak. Bahkan, ini dimungkinkan ada di setiap wilayah desa atau kecamatan.

Karena itu pula, mendapati temuan kasuistik yang ada di situs Punden Jenar Kemuning, dia berharap agar kondisi serupa tidak terjadi di tempat-tempat lain, yang sudah diyakini sebagai obyek bersejarah.

“Keberadaan obyek situs yang disitu memang ada prasastinya, jangan sampai rusak karena kurang dilestarikan atau terawat. Setidaknya tulisan di prasasti harus tetap bersih dan terbaca. Ini harus jadi perhatian Pemkab Malang,” tegas anggota Komisi I DPRD ini.

Disinggung soal urgensi terhadap situs kepurbakalaan atau cagar budaya harus dijaga, Redam menegaskan, karena menjadi identitas warisan para pendahulu, yang bisa digali sejarahnya sebagai bedah kerawang desa atau lainnya.

“Keberadaan situs cagar budaya dengan prasasti itu bisa menjadi bukti sejarah asal mula sebuah daerah. Jadi, memang harus dijaga, sebagai literasi untuk meluruskan sejarah awalnya,” ungkapnya.

Terlepas itu, sosok kader muda PDI Perjuangan ini yang memang mencintai dunia kesejarahan, terutama sejarah kepurbakalaan.

Sedari masa kecil, dia sudah dikenalkan oleh orang tuanya tentang kepurbakalaan dan sejarah bangsa, mulai era kerajaan sampai kemerdekaan menjadi NKRI sudah diselaminya.

Redam mengaku, pernah terlibat pemantauan proses eskavasi situs Srigading, Lawang, pada 2022 lalu. Juga, memantau eskavasi talud penahan tanah Situs Kumitir, Mojokerto, selama 2020 dan 2021. (ull/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

DPRD Jatim Dukung Jadwal WFH Jumat, Yordan: Produktivitas Tetap Jadi Catatan

SURABAYA – Anggota Komisi A DPRD Jatim, Yordan M Batara Goa, menyambut baik keputusan Pemerintah Provinsi (Pemprov) ...
KRONIK

Hari Lahir Pancasila, Bupati Lukman Luncurkan Program Satu Desa Satu Sarjana

BANGKALAN – Bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila, 1 Juni 2026, Bupati Bangkalan,  Lukman Hakim, meluncurkan ...
HEADLINE

Said Abdullah Ungkap 3 Fondasi Hubungan Harmonis Megawati dan Prabowo

Ketua DPP PDI Perjuangan Said Abdullah mengungkap tiga fondasi utama yang membuat hubungan Megawati Soekarnoputri ...
KRONIK

Puan Maharani: Patung Bung Karno di Roma Ingatkan Semangat Indonesia Harus Mendunia

Ketua DPR RI Puan Maharani menegaskan peresmian Patung Bung Karno di KBRI Roma menjadi pengingat bahwa semangat ...
KABAR CABANG

Minta Solusi Nyata Soal Banjir Tahunan, Warga Karangmluwuh Sampaikan Aspirasi ke Pengurus PDIP Jember

Warga Karangmluwuh, Mangli, Jember kembali mengeluhkan banjir yang bertahun-tahun menggenangi permukiman. Aspirasi ...
KABAR CABANG

DPC Gresik Awali Perayaan Bulan Bang Karno dengan Acara Diskusi Publik Bersama Mahasiswa

GRESIK – Dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026 sekaligus mengawali rangkaian peringatan Bulan ...