Selasa
28 April 2026 | 12 : 56

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Wakil Ketua DPRD Sidoarjo  Ingatkan Kepala Desa Agar Lebih Hati-hati Dalam Pengelolaan Anggaran

IMG-20250110-WA0020

SIDOARJO – Pada tahun 2024, sebanyak 31 desa di Kabupaten Sidoarjo mengalami sejumlah masalah yang berkaitan dengan kewenangan, aset, dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes).

Kondisi ini membuat Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sidoarjo merasa prihatin dan menilai perlu adanya perhatian lebih agar permasalahan serupa tidak terulang kembali di tahun 2025.

Menurut Suyarno, SH, MH, permasalahan tersebut sangat penting untuk dicermati agar para Kepala Desa (Kades) di Kabupaten Sidoarjo dapat mengelola pemerintahan desa dengan lebih hati-hati dan sesuai regulasi.

“Saya yakin para Kades sudah berhati-hati. Tetapi kok masih bisa terjadi. Oleh karena itu, harus kita kaji bersama,” ujar Suyarno saat memberikan pembinaan kepada Kades dari Kecamatan Prambon, Buduran, dan Tulangan, Selasa (7/1/2025) lalu.

Pembinaan tersebut diadakan oleh Inspektorat Sidoarjo untuk pengelolaan keuangan desa tahun 2025.

Suyarno menekankan pentingnya upaya preventif dalam pengelolaan keuangan desa, yang perlu dilakukan secara kontinyu. Ia juga mengingatkan agar para Kades tidak sepenuhnya mempercayakan pengelolaan keuangan kepada Sekretaris Desa (Sekdes) tanpa adanya pengawasan dan kontrol yang memadai.

“Kades harus tahu, laporan keuangan itu benar tidak, jangan langsung ditandatangani saja, harus sesuai regulasi, sasaran betul tidak,” tambah legislator PDI Perjuangan tersebut.

Suyarno yang juga menegaskan bahwa setiap desa harus dapat mempertanggungjawabkan anggarannya, sekecil apapun itu, karena segala pengelolaan keuangan desa akan diawasi oleh aparat penegak hukum.

“Kami tidak ingin setiap tahun ada Kepala Desa yang terjerat masalah hukum akibat kelalaian dalam pengelolaan anggaran desa,” tegasnya.

Selain itu, Suyarno mengingatkan agar para Kades tidak takut menghadapi masalah, karena ketakutan yang berlebihan dapat menghambat pembangunan di desa.

“Kuncinya, para Kades harus tahu aturan dan harus transparan,” tutupnya. (hd/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Kelompok Seni Tiban di Blitar Tumbuh Pesat sejak 2021, Jadi Tanda Kuatnya Kesadaran Budaya

Jumlah kelompok seni tiban di Blitar meningkat dari 6 menjadi 20 sejak 2021, didorong kesadaran masyarakat dan ...
LEGISLATIF

DPRD Jember Soroti Pergeseran Anggaran APBD, Minta Eksekutif Jaga Transparansi dan Kepatuhan Regulasi

DPRD Jember soroti pergeseran anggaran APBD, minta transparansi dan kepatuhan regulasi dalam pengelolaan keuangan ...
KABAR CABANG

Banteng Kota Blitar Implementasikan Arahan Megawati Lewat Gerakan Tanam Pohon

Kader PDIP Kota Blitar tanam pohon saat Hari Kartini sebagai implementasi arahan Megawati untuk ketahanan pangan ...
EKSEKUTIF

Gresik Peringkat 6 Nasional dalam Penyelenggaraan Pemerintah Daerah

GRESIK – Pemerintah Kabupaten Gresik kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Dalam Evaluasi ...
MILANGKORI

Puan: Negara Wajib Jamin Anak Aman, Termasuk di Daycare

Ketua DPR RI Puan Maharani tegaskan negara wajib jamin keamanan anak, termasuk di daycare, usai kasus kekerasan di ...
KRONIK

Erma Dukung Perjuangan Asosiasi BPD Tulungagung Terkait Kuota Perempuan dalam Pencalonan

TULUNGAGUNG – Anggota Komisi B DPRD Provinsi Jawa Timur, Erma Susanti, mendukung perjuangan Asosiasi BPD (Badan ...