Minggu
14 Juni 2026 | 1 : 27

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Ini Alasan Ibunda Ketua PCNU Kabupaten Kediri Dukung Dhito-Dewi di Pilkada 2024

pdip jatim 241017 nyai bad 1

KEDIRI – Pengasuh Pondok Pesantren Al-Badrul Falah, Ploso, Kabupaten Kediri Nyai Lailatul Badriyah menyatakan dukungan penuh terhadap calon bupati-wakil bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana-Dewi Mariya Ulfa di Pilkada 2024.

Nyai Bad yang merupakan Ibunda dari Ketua PCNU Kabupaten Kediri menjelaskan alasan atas dukungan tersebut tak lepas dari perhatian Mas Dhito terhadap lingkungan pondok pesantren Ploso. Terutama janji atas pembangunan Jembatan Ngadi sebagai akses bagi kalangan santri.

“Ini pilihan saya. Saya tidak nurut siapa-siapa sama sekali. Saya yakin mendukung Mas Dhito karena kalah dengan janji (Jembatan Ngadi),” katanya, di Hotel Grand Surya, Rabu (16/10/2024) sore.

Lebih lanjut, Nyai Bad mengatakan program yang digagas Mas Dhito menjabat sebagai Bupati Kediri di periode pertama telah dapat dirasakan masyarakat terutama kalangan santri. Padahal, di Kabupaten Kediri terdapat sekitar 200 pondok pesantren.

“Sudah teruji lima tahun merasakan dukungan (Mas Dhito) kepada kita. Mas Dhito memiliki roso dengan santri yang begitu banyaknya,” kata Nyai Bad.

Di periode pertama, Mas Dhito berkomitmen memberikan program bantuan sosial, pelatihan keterampilan kepada santri, hingga menyalurkan insentif bagi guru madin.

Begitupun dengan pembangunan Jembatan Ngadi sebagai akses penghubung wilayah di sekitar pondok.

Untuk itu, Nyai Bad berharap program-program yang bermanfaat dan menyentuh ke masyarakat tersebut supaya terus dilanjutkan jika Mas Dhito kembali terpilih di Pilkada serentak 2024 mendatang. “Mudah-mudahan Mas Dhito akan selalu seperti itu,” harapnya.

Tidak hanya Nyai Bad, dukungan secara kompak itu juga diberikan segenap para nyai dan nawaning se-Kabupaten Kediri. Pengasuh Pondok Pesantren Taman Santri Ar-Rahman Iza Nurul Fitria menyebut, dukungan itu tak lepas dari perhatian Mas Dhito terhadap lingkup pondok pesantren.

“Bagi kami itu yang bisa mengayomi, bisa memikirkan bagaimana keberadaan dan perkembangan lingkup pondok pesantren,” terangnya.

Menanggapi dukungan para nyai dan nawaning, Mas Dhito mengatakan dukungan itu merupakan suatu kehormatan baginya. Dukungan itupun menjadi bukti nyata kedekatannya dengan lingkungan pondok pesantren.

Dengan dukungan itu, pihaknya juga mendapat amanah terkait program-program yang selama ini telah dijalankan supaya dilanjutkan di periode kedua.

Seperti insentif guru keagamaan yang sebelumnya telah disalurkan 8.700 penerima, pemerataan bantuan sosial, dan melatih kemandirian para santri.

“Itu yang paling mendasar. Kebutuhan untuk pondok pesantren,” tegasnya. (putera/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Yuzar Rasyid Usulkan Percepatan Proyek Jembatan Kaliombo I agar Tak Ganggu Aktivitas Warga

Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Kediri Yuzar Rasyid mengusulkan percepatan proyek revitalisasi Jembatan ...
EKSEKUTIF

Eri Cahyadi Siap Copot Kepala Dinas Jika Ada Kelalaian Proyek yang Tewaskan Warga

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mendatangi rumah duka korban kecelakaan di kawasan proyek saluran air Margorejo. Eri ...
KRONIK

PDIP Jatim Dorong Duet Indah-Yudha Tetap Dipertahankan Pimpin Lumajang

Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Deni Wicaksono menilai hubungan eksekutif dan legislatif di Kabupaten ...
KABAR CABANG

Ketika Musik, Tari, dan Semangat Bung Karno Menyatu di Lereng Semeru

Kolaborasi musik dan tari membuka pelantikan PAC PDI Perjuangan se-Kabupaten Lumajang di Glagah Arum. Jingle Menang ...
LEGISLATIF

Widarto Soroti Aksi Petani Bagikan Timun Gratis, Desak Pemkab Jember Benahi Tata Kelola Pertanian

Wakil Ketua DPRD Jember Widarto merespons aksi petani yang membagikan timun gratis akibat harga anjlok hingga Rp500 ...
LEGISLATIF

Yuzar Rasyid Respons Aspirasi Pelaku Budaya, Dorong Penguatan Legalitas DKD Kota Kediri

Anggota Komisi B DPRD Kota Kediri Yuzar Rasyid merespons aspirasi pelaku budaya terkait legalitas Dewan Kebudayaan ...