Rabu
04 November 2026 | 1 : 32

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Legislator Surabaya Desak Bakesbanglinmas Pantau TKA

pdip-jatim-220827-sutarwijono

SURABAYA – Legislator DPRD Surabaya mendesak jajaran pemerintah kota, khususnya Bakesbanglinmas, untuk intensif melakukan sosialisasi ke sekolah maupun lembaga pendidikan lainnya tentang izin bekerja bagi warga negara asing.

Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Surabaya Adi Sutarwijono mengatakan, kegiatan itu  harus dilakukan, karena ternyata kerap terjadi penyalahgunaan visa kunjungan yang dimanfaatkan untuk bekerja di Kota Pahlawan ini.

“Sebelumnya  warga asing dideportasi karena mengantongi visa kunjungan disalahgunakan untuk bekerja sebagai pengajar di sekolah swasta,” ungkap Adi Sutarwijono, kemarin.

Menurut Awi, sapaan Adi Sutarwijono, dengan adanya sosialisasi itu diharapakan tak ada lagi penyalahgunaan visa kunjungan. Untuk itu, dia minta Bakesbanglinmas dan dinas pendidikan, maupun satuan kerja perangkat daerah (SKPD) lainnya, segera mengumpulkan pengelola sekolah swasta dan penyelenggara kursus guna menjelaskan keberadaan Perda Izin Tenaga Kerja Asing itu.

“Perda itu merupakan tata aturan bagi tenaga kerja asing yang ada di sini (Surabaya),” tuturnya.

Pria yang juga Wakil Ketua Komisi A ini menegaskan, selain pemantauan dilakukan pada lembaga pendidikan, pihaknya juga mengharapkan Bakesbanglinmas dan instansi lainnya juga melakukan operasi pada yayasan sosial dan sektor lainnya yang ditengarai banyak memperkerjakan orang asing.

“Ini harus dijalankan dalam waktu dekat ini,” tegasnya.

Diberitakan, selama 3 bulan awal 2016, 6 warga negara asing dideportasi dari Surabaya karena penyalahgunaan visa. Mereka menggunakan visa wisata untuk bekerja.

Keenam warga negara asing itu masing masing 3 warga Tiongkok dan 3 warga Korea Selatan. Saat mengamankan keenam WNA itu, Pemkot Surabaya bekerja sama dengan pihak imigrasi dan kepolisian.

“Mereka sudah dideportasi pihak imigrasi pada 17 Februari lalu usai terbukti menyalahgunakan visa,” kata Kepala Bakesbang Linmas Kota Surabaya, Sumarno.

Sumarno menjelaskan, semuanya menggunakan visa kunjungan wisata. Tapi di sini mereka bekerja sebagai pengajar bahasa Mandarin dan sebagai chef restoran hotel. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Kemiskinan Banyuwangi Terus Menyusut, 5 Tahun Turun dari 8,07 Jadi 5,6 Persen

BANYUWANGI – Upaya penanggulangan kemiskinan yang menjadi salah satu prioritas Bupati Banyuwangi, Ipuk ...
LEGISLATIF

Reses di Purwodadi, Eko Herdiyanto Soroti Kebutuhan Pompa Air untuk Atasi Banjir

MALANG – Kebutuhan pompa air untuk mengatasi genangan banjir di Kelurahan Purwodadi, Kecamatan Blimbing, menjadi ...
LEGISLATIF

Novita Hardini Dorong Pemuda Trenggalek Produksi Film untuk Angkat Potensi 157 Desa Kreatif

TRENGGALEK – Anggota Komisi VII DPR RI, Novita Hardini, mendorong generasi muda Trenggalek memanfaatkan kreativitas ...
KRONIK

Ratusan Juta Dugaan Pungli KHDPK Dikembalikan, Widarto Minta Perjuangan Petani Tak Berhenti

JEMBER – Pengembalian uang Rp138 juta yang diduga dipungut dalam pengurusan akses pengelolaan kawasan hutan menjadi ...
EKSEKUTIF

Pemkab Kediri Perkuat Perlindungan Anak, Pencegahan Bullying Jadi Perhatian

KEDIRI – Pemkab Kediri menegaskan pemenuhan hak anak harus diikuti perlindungan nyata dari kekerasan, diskriminasi, ...
KABAR CABANG

Pekan Peduli Sampah Nasional, PDIP Surabaya Siapkan 100 Titik Teba untuk Olah Sampah Organik

SURABAYA – DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya menyiapkan sekitar 100 titik Teba atau lubang pengolahan sampah organik ...