Selasa
06 Oktober 2026 | 11 : 20

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

DPC Tulungagung Wacanakan Koalisi Permanen dalam Pilkada Serentak 2024, Ini Tujuannya

pdip jatim 231104 susilowati

TULUNGAGUNG – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Tulungagung mewacanakan ada koalisi permanen dalam menghadapi Pilkada serentak 2024.

Wacana itu didasari karena adanya kebiasaan bahwa partai pengusung Pemilihan Gubernur-Wakil Gubernur serta Pemilihan Bupati-Wakil Bupati tidak linear atau tidak sama, sehingga mempersulit dalam menyiapkan strategi-strategi pemenangan di lapangan.

Ketua DPC PDI Perjuangan Tulungagung, Susilowati mengatakan, dalam momentum Pilkada serentak biasanya parpol pengusung antara pemilihan gubernur dan pemiliahn bupati/walikota itu tidak sama sama.

Hal itu berdampak pada sulitnya dalam menyusun strategi pemenangan dan kerja-kerja sosialisasi di lapangan.

Bahkan, komunikasi politik yang dijalin di daerah bisa berubah secara langsung karena adanya keputusan yang tidak linear dari calon yang diusung masing-masing parpol.

“Sejauh ini kita sudah menjalin komunikasi dengan parpol di Tulungagung, namun masih sebatas komunikasi politik saja belum mengarah pada bangunan koalisi,” kata Susilowati, Sabtu (18/5/2024).

Hasil komunikasi politik yang dilakukan di daerah, lanjutnya, akan dilaporkan ke DPP dan keputusan koalisi tetap menjadi ranah DPP.

Sementara itu, Sekretaris DPC PDI Perjuangan Tulungagung Sodik Purnomo menambahkan, koalikasi parpol pengusung pasangan calon (Paslon) dalam Pilkada Serentak memang belum diatur dalam peraturan perundang-undangan.

Sehingga, setiap parpol bebas dalam membangun koalisi dalam mengusung paslon dalam Pilkada Serentak meski sering kali tidak linear antara tingkat provinsi dan kabupaten/kota.

“Koalisi ini penting, tapi belum ada peraturan perundangan-undangan yang mengatur hal tersebut,” kata Sodik Purnomo.

Menurut Sodik, kebiasaan yang tidak linear dalam membangun koalisi berdampak pada sulitnya menyusun strategi pemenangan dan kerja-kerja sosialisasi di lapangan.

Untuk itu, pihaknya bakal mencatat permasalahan lapangan tersebut untuk dijadikan bahan masukan pada pengurus parpol di tingkat pusat.

“Ini akan menjadi masukan bagi elit parpol, dan alternatifnya mungkin bisa dibuat kebijakan koalisi permanen atau seperti apa. Dan pastinya tetap membutuhkan kajian akademis,” ucapnya.

Sodik menjelaskan, dalam UU No. 7 Tahun 2017 tentang Pemilu telah diatur bahwa Parpol yang memperoleh 20 persen kursi DPRD, bisa mengusung pasangan calon Pilkada tanpa koalisi.

Artinya, parpol yang belum bisa meraih suara sesuai ketentuan tersebut harus membangun koalisi jika ingin mengusung paslon dalam pilkada. “Membangun koalisi 2 parpol itu sulitnya minta ampun, apalagi lebih dari 2 parpol dan mempunyai ideologi yang berbeda,” jelas Sodik.

Meski demikian, membangun koalisi dalam Pilkada Serentak 2024 tetap harus dilakukan. Dan idealnya, koalisi harus dibentuk paling tidak 3 parpol dengan tujuan untuk berjaga-jaga jika di tengah jalan ada parpol yang lepas dari koalisi. (sin/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

SEMENTARA ITU...

Dari Tegang hingga Pecah dalam Sorak, Ribuan Warga Kediri Rayakan Kemenangan Timnas

KEDIRI – Malam di kawasan Simpang Lima Gumul (SLG), Kabupaten Kediri, berubah menjadi lautan sorak. Ribuan warga ...
LEGISLATIF

DPRD Magetan Gelar Temu Media, Tegaskan Pentingnya Sinergi dan Kritik Konstruktif

MAGETAN — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Magetan menggelar agenda temu media bersama insan pers. ...
EKSEKUTIF

Rumah Inspirasi Hadir di Pelosok Trenggalek, Mas Ipin Berharap Cetak Generasi Berkarakter

TRENGGALEK – Kehadiran Rumah Inspirasi Trenggalek PAUD Al Huda di Desa Sumurup, Kecamatan Bendungan, diharapkan ...
KRONIK

Ditanya Gugatan Syarat Pendidikan Gibran, Puan: Kami Menghormati Proses yang Berjalan

JAKARTA – Ketua DPR RI sekaligus Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani memilih tidak berspekulasi mengenai gugatan ...
LEGISLATIF

Fraksi PDI Perjuangan Minta APBD Jatim 2027 Diukur dari Dampak Nyata, Bukan Serapan

SURABAYA – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur meminta keberhasilan APBD 2027 tidak diukur hanya dari tingginya ...
LEGISLATIF

Tok! DPR Sahkan UU Pelindungan Ketenagakerjaan dan UU Satu Data Indonesia

JAKARTA – DPR RI mengesahkan UU Pelindungan Ketenagakerjaan yang dirancang memperkuat hak pekerja sekaligus menjaga ...