Sabtu
02 Mei 2026 | 1 : 36

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Warga Madiun Keluhkan Program Bantuan Tidak Tepat Sasaran, Ganjar Pranowo: Solusinya KTP Sakti!

pdip-jatim-240118-gp-mediun-4

MADIUN – Suara emak-emak warga Madiun terdengar keras saat mereka menyampaikan keluhan kepada Ganjar Pranowo, calon presiden nomor urut 3, terkait program bantuan yang dinilai tidak tepat sasaran.

Harapan muncul ketika Ganjar Pranowo menegaskan siap mengatasi permasalahan tersebut dan memperbaiki sistem penyaluran bantuan jika terpilih menjadi presiden.

Gina (60), seorang warga Madiun, dengan tegas menyuarakan kekecewaannya terhadap ketidaktepatan penyaluran bantuan.

“Pak, bantuan banyak yang tidak tepat sasaran. Saya tidak dapat bantuan, justru tetangga saya yang kaya-kaya dapat,” ungkap Gina, dalam acara Konsolidasi Akbar Relawan Ganjar-Mahfud di halaman Radio Madya FM Madiun, Kamis (18/1/2024).

Konsolidasi relawan itu dihadiri Ganjar Pranowo, yang pada hari ini melakukan kampanye Pilpres 2024 di wilayah Jawa Timur. Dalam rangkaian kampanyenya, Ganjar menyambangi Ngawi, Madiun, dan Magetan.

Gina juga mengungkapkan bahwa upayanya mengajukan bantuan ke RT/RW dan kelurahan tempat tinggalnya tidak membuahkan hasil hingga saat ini.

Dia mendesak Ganjar Pranowo untuk memperbaiki sistem penyaluran bantuan agar lebih tepat sasaran, terutama untuk masyarakat kecil.

Ganjar Pranowo, yang mendengarkan keluhan dengan cermat, mengakui bahwa masalah bantuan yang tidak tepat sasaran seringkali menjadi keluhan di berbagai tempat yang dikunjunginya.

“Maka inilah yang mesti dibereskan. Saya siap membereskan karena salah satu program prioritas kami adalah membenahi data dan merealisasikan satu data Indonesia,” ujarnya.

Untuk mengatasi permasalahan pendataan yang tidak benar, Ganjar Pranowo menjelaskan program KTP Sakti (Satu Kartu Terpadu Indonesia). Program ini memperbaiki data dengan melibatkan RT, RW, dan kepala desa untuk memastikan setiap bantuan pemerintah benar-benar tepat sasaran.

KTP Sakti menggunakan nomor induk kependudukan (NIK) sebagai dasar pendataan, sehingga semua data masyarakat dapat terpantau dengan lebih akurat.

“Kita libatkan RT, RW, dan kepala desa untuk perbaikan data itu. Kalau datanya benar, maka semua program pemerintah bisa tepat sasaran. Kalau datanya tidak benar, ya seperti yang dikeluhkan hari ini, bahwa yang menerima justru yang kaya,” ujarnya. (ant/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

HEADLINE

Hardiknas 2026, Deni Wicaksono Soroti Ketimpangan Pendidikan dan Tantangan Digital di Jatim

Deni Wicaksono soroti ketimpangan pendidikan dan tantangan digital di Jawa Timur pada Hardiknas 2026. SURABAYA — ...
KABAR CABANG

Dialog Dengan KPU, DPC Tulungagung Tekankan Pendidikan Demokrasi bagi Gen Z dan Pemilu Bersih

TULUNGAGUNG – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Tulungagung menekan pentingnya pendidikan ...
LEGISLATIF

Hardiknas 2026, Untari Tegaskan Pendidikan Harus Lahirkan Generasi Peka Masalah Sosial

Sri Untari tegaskan pendidikan harus lahirkan generasi peka sosial di Hardiknas 2026, bukan sekadar unggul ...
KABAR CABANG

DPC PDI Perjuangan Sumenep Gelar Konsolidasi bersama PAC untuk Perkuat Basis

SUMENEP – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sumenep menggelar rapat koordinasi bersama jajaran Pimpinan Anak Cabang ...
KRONIK

May Day 2026, Armuji Berbaur dengan Buruh, Tegaskan Komitmen Kesejahteraan Pekerja

SURABAYA – Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di depan Kantor Gubernur Jawa Timur berlangsung ...
KRONIK

May Day di DPRD Jatim, Yordan Tegaskan Tuntutan Buruh Akan Diteruskan ke Pusat

Aksi May Day di DPRD Jatim, Yordan Batara-Goa pastikan tuntutan buruh soal outsourcing, upah, dan PHK diteruskan ke ...