Minggu
16 Agustus 2026 | 5 : 10

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

PDI Perjuangan Belum Bahas Kandidat Cagub-Cawagub Jatim

pdip-jatim-kusnadi-dpd-jatim

pdip-jatim-kusnadi-dpd-jatimSURABAYA – Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Kusnadi SH menegaskan, sampai sekarang belum ada pembahasan khusus soal kandidat yang akan diusung dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jatim 2018. Termasuk adanya wacana menduetkan Tri Rismaharini-Abdullah Azwar Anas sebagai calon gubernur dan wakil gubernur.

“Belum ada rencana menduetkan Risma-Anas di Pilkada mendatang, karena segala kemungkinan bisa saja terjadi,” kata Kusnadi kepada wartawan di Surabaya, Senin (18/1/2016).

Mencuatnya nama Wali Kota Surabaya terpilih dan Bupati Banyuwangi terpilih sebagai bakal calon gubernur setelah pertemuan keduanya bersama Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri di sela Rakernas I 2016 di Jakarta, pekan lalu.

Meski tak membantah adanya pertemuan tersebut, namun politisi yang juga Wakil Ketua DPRD Jatim itu menyatakan, tak ada pembahasan terkait Pilkada Jatim.

Terlebih, kata dia, di internal PDIP Jatim terdapat mekanisme yang harus diikuti sebelum dilakukan penentuan mengusung pasangan calon kepala daerah. Baik tingkat kota/kabupaten maupun provinsi.

Menurut Kusnadi, pelaksanaan Pilkada Jatim yang tinggal dua tahun lagi bukan waktu panjang, sehingga akan dijadikan momen penting bagi PDI Perjuangan untuk meraih kemenangan di Pilkada Jatim.

“Karena itulah tahun ini, PDI Perjuangan akan mulai menjajaki dan konsolidasi internal partai untuk persiapan penjaringan calon gubernur Jatim 2018,” tuturnya.

Sesuai peraturan di Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat, setiap partai politik yang boleh mengusung calon sendiri di Pilkada Jatim harus memiliki minimal 20 kursi. Oleh karena itu, PDIP harus berkoalisi dengan partai lain untuk mengusung pasangan calon.

Pada Pemilu Legislatif 2014, PDIP memperoleh 19 kursi DPRD Provinsi Jatim, sehingga membutuhkan satu kursi lagi untuk mengusung pasangan calon.

Karena harus koalisi, lanjut dia, PDI Perjuangan kemungkinan akan menggandeng seorang figur dari Nahdliyyin karena di Jatim memiliki masyarakat heterogen.

“Bisa saja mengusung calon dari tokoh Nahdliyyin. Tinggal kombinasinya nanti siapa yang menjadi calon gubernur cagub dan siapa wakilnya,” jelas legislator dari dapil 1 (Surabaya-Sidoarjo) tersebut. (goek/*)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

PDI Perjuangan Gerakkan Struktur di Flores, Rumah Partai Jadi Posko Pengungsian

PDI Perjuangan menggerakkan struktur di Manggarai Timur, Sikka, dan Nagekeo membantu korban gempa Flores. ...
HEADLINE

Kalahkan Maluku Raya, Banteng Jatim Bangkit dan Kejar Gelar Juara Soekarno Cup

SURABAYA – Banteng Jatim FC menunjukkan kebangkitan di Soekarno Cup 2026. Setelah sebelumnya hanya meraih hasil ...
KRONIK

Wahyu Satria Quattrick, Banteng Kalimantan Timur Hajar D.I. Yogyakarta 4-0

BANGKALAN – Banteng Kalimantan Timur tampil gemilang pada lanjutan Soekarno Cup 2026 di Stadion Gelora Bangkalan. ...
LEGISLATIF

10 Raperda Sumenep Masuk Fasilitasi Pemprov Jatim, Hosnan: Ditarget Rampung Akhir Tahun

SUMENEP – Sebanyak 31 Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) masuk dalam Program Pembentukan Peraturan Daerah ...
OLAHRAGA

Soekarno Cup Hentikan Sejenak Pertandingan, Doakan Korban Gempa NTT dan Sumatera

SURABAYA – Gempa bumi yang mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Simalungun, Sumatera Utara, ...
LEGISLATIF

PDIP Jember Minta KUA-PPAS Diputus, Sebelum Pembahasan Anggaran Berlanjut

JEMBER – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jember meminta pembahasan Kebijakan Umum APBD dan Prioritas Plafon Anggaran ...