Senin
27 Juli 2026 | 3 : 15

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Bupati Sugiri Inginkan Percepatan Layanan, 64 Nakes Ditugaskan di RSUD Bantarangin

PDIP-Jatim-Bupati-Sugiri-09102023

PONOROGO – Sebanyak 64 tenaga kesehatan (nakes) Aparatur Sipil Negara (ASN) dari RSUD dr. Harjono dan puskesmas se-Ponorogo ditugaskan untuk mengisi kekosongan nakes di rumah sakit yang baru, yaitu RSUD Bantarangin di Desa Somoroto, Kecamatan Kauman.

Surat perintah itu diserahkan secara simbolis dari Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, kepada Kepala Dinas Kesehatan Ponorogo, Diah Ayu Puspitaningarti, di Rumah Dinas Bupati Ponorogo (Pringgitan), Senin (9/10/2023).

Bupati Sugiri mengatakan, untuk sementara alasannya tidak merekrut pegawai baru, lantaran ia ingin ada percepatan di RSUD Bantarangin dengan mengandalkan nakes yang sudah terampil dan berpengalaman.

“Sementara nggak buka rekrutmen, ambil yang sudah ada untuk ditugaskan ke sana, kecuali yang pegawai kontrak. Kami ukur dari beberapa capaian untuk mengisi RSUD Bantarangin,” jelasnya.

Bupati Sugiri juga menjelaskan, selain itu, dalam pengoperan nakes tak asal pilih. Ia sengaja menyeleksi mereka berdasarkan penampilan dan attitude-nya. Menurutnya, dengan kriteria itu akan memberikan pengaruh besar untuk RSUD Bantarangin ke depan.

“Yang saya nilai gimana senyumnya, ramahnya, harus wangi, rapi. Rumah sakit baru harus beda dengan kebiasaan yang lama,” terangnya.

Rumah sakit tipe D itu yang dulunya adalah Puskesmas Kauman akan dilaunching pada November mendatang. Sembari menunggu dilaunching, pihaknya juga akan mencari nakes yang masih kurang.

“Dari 125 (nakes, red), baru 64 yang terisi. Biarkan sambil launching, kita cari nakes buat mengisi ruang yang kosong. Itu upaya kami bentuk RS dengan cara yang cepat dan kualitasnya bagus,” terang politisi PDI Perjuangan itu.

Sementara itu, Kadinkes Ponorogo, Diah Ayu Puspitaningarti, menjelaskan, untuk posisi dokter sudah ada. Ia menjelaskan, rumah sakit tipe D sedikitnya ada 4 dokter spesialis dasar.

“Ada obsgyn, anak, bedah, sama penyakit dalam. Dokter sudah ada, radiologi juga ada. Memang masih kurang, tapi kita berproses,” tandasnya. (jrs/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KABAR CABANG

Tak Lupa Kudatuli, Kader-Kader DPC Kota Pasuruan Nobar Film Dokumenter dan Sarasehan

KOTA PASURUAN – Tiga dekade berlalu sejak peristiwa Kuda Tuli (Kerusuhan 27 Juli 1996), ingatan akan momen kelam ...
KABAR CABANG

Jejak Luka yang Tak Selesai di Rumah Banteng Jember

JEMBER – Sisa hujan masih menetes dari ujung tenda ketika para kader Partai mulai memenuhi halaman Kantor DPC PDI ...
KABAR CABANG

Kudatuli dan Kompas Sejarah bagi Generasi Penerus

MADIUN – Tiga puluh tahun telah berlalu. Waktu bergerak, pemerintahan berganti, dan wajah politik Indonesia ...
KOLOM

Kudatuli dan Pelajaran Demokrasi

Oleh Djarot Saiful Hidayat* SETIAP 27 Juli, ingatan kolektif bangsa ini seharusnya berhenti sejenak. Bukan untuk ...
KABAR CABANG

Renungan Kudatuli, Fery Sudarsono: Kebebasan Politik Dibayar dengan Darah dan Nyawa

MADIUN – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Madiun menegaskan kebebasan politik dan demokrasi yang dinikmati masyarakat ...
KABAR CABANG

Peringati Kudatuli Bersama Seluruh PAC Tulungagung, Erma Tekankan Pentingnya Jas Merah

TULUNGAGUNG – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Tulungagung menggelar peringatan peristiwa ...