Sabtu
19 September 2026 | 6 : 01

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

23 Tahun Kudatuli: Kesatuan dengan Rakyat Tak Bisa Dihancurkan oleh Kezaliman

pdip-jatim-hasto-4

BANDUNG – Kisah kelam peristiwa kerusuhan 27 Juli 1996 (Kudatuli) yang menyasar Kantor Partai Demokrasi Indonesia (PDI), Jl. Diponegoro 58 Jakarta Pusat, masih tersimpan jelas dalam ingatan setiap kader PDI Perjuangan.

Saat itu, kantor yang diduduki pendukung Megawati Soekarnoputri diserbu massa pendukung Soerjadi (Ketua Umum versi Kongres PDI di Medan) dibantu oleh aparat.

Tepat Sabtu (27/7/2019) atau 23 tahun setelah kejadian itu, PDIP sebagai embrio partai baru yang lahir pasca kejadian itu, terus mengenang Kudatuli sebagai bagian kelam dalam sejarah partai.

Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto di hadapan peserta Konferda PDIP Jawa Barat mengatakan, wujud refleksi dari peristiwa itu adalah keyakinan kuat, kesatuan dengan rakyat yang selama ini dipraktikkan takkan bisa dihancurkan oleh kezaliman dalam bentuk apapun.

“Tetapi karena kita selalu digerakkan oleh kekuatan yang maha dahsyat itu, yakni adalah kesatuan dengan rakyat, sebagaimana yang diungkapkan Bung Karno. Jadi meskipun secara fisik kantor partai hancur lebur, tetapi semangat jiwa raga kita tidak pernah hilang,” kata Hasto.

Dia mengatakan, Kudatuli mempertontonkan kekuasaan otoriter yang berusaha menghilangkan seluruh aspek kehidupan PDI. Kantor DPP PDI diserang dan berusaha dihancurkan.

Maka hari ini, Hasto menekankan bahwa PDI Perjuangan mengucap syukur atas pasang naik turunnya semua manajemen kepartaian. Menurutnya, Tuhan yang Maha Esa tetap memberkahi perjuangan PDIP bersama rakyat sehingga menjadi pemenang pemilu 2019.

“Dalam pemilu tahun 2019 PDI Perjuangan kembali dipercayai rakyat sebagai pemenang pemilu, demikian juga pemenangan pemilu presiden. Inilah tanggung jawab masa depan bahwa kekuasaan itu untuk kepentingan rakyat,” tegasnya.

Peristiwa Kudatuli adalah salah satu peristiwa terkelam dalam sejarah demokrasi Indonesia. Akibat kerusuhan ini, Komnas HAM mencatat ada lima orang tewas, 149 orang luka-luka, 23 hilang, serta 136 ditahan.

Kudatuli 1996 adalah peristiwa pengambilalihan secara paksa kantor DPP PDI di Jalan Diponegoro 58 Jakarta Pusat yang saat itu dikuasai pendukung Megawati Soekarnoputri.

Penyerbuan dilakukan oleh massa pendukung Ketua Umum PDI versi Kongres Medan, Soerjadi. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

EKSEKUTIF

Mangga Podang Lereng Wilis Raih Sertifikat IG, Pemkab Kediri Perkuat Peremajaan dan Kualitas

Pemkab Kediri memperkuat peremajaan dan edukasi petani untuk menjaga populasi serta kualitas mangga podang Lereng ...
KABAR CABANG

2 Bulan Sumur Warga Wonocolo Bojonegoro Mengering, Lasmiran Kirim Air Bersih

BOJONEGORO – Krisis air bersih melanda warga Desa Hargomulyo dan Wonocolo Kecamatan Kedewan, Bojonegoro. Kader PDI ...
LEGISLATIF

Darmadi Apresiasi Warung Kopi Perda, Buka Ruang Aspirasi Warga Lebih Dekat

MALANG – Ketua DPRD Kabupaten Malang Darmadi mengapresiasi hadirnya Warung Kopi Perda sebagai ruang baru untuk ...
KRONIK

Konsolidasi Internal di Situbondo, Bahas Karhutla hingga Kekeringan

SITUBONDO – Bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kekeringan yang kerap terjadi di musim kemarau, ...
EKSEKUTIF

Lindungi Peternak Blitar, Rijanto Gandeng Pemkab Sumenep

BLITAR – Bupati Blitar Rijanto menggandeng Pemerintah Kabupaten Sumenep untuk membuka peluang penguatan pasokan dan ...
LEGISLATIF

Novita Minta Uji Kesiapan Teknis Sebelum Ekspor Satu Pintu Diterapkan

SEMARANG – Anggota Komisi VII DPR RI Novita Hardini menekankan pentingnya uji kesiapan teknis dan operasional ...