Soal Paslon Pilkada 2020, BDH: Cabang Hanya Menjaring, Keputusan di DPP

SURABAYA – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan mulai ancang-ancang menghadapi Pemilu Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020. Rencananya, PDIP mulai melakukan tahapan penjaringan bakal calon kepala daerah/wakil kepala daerah pada September 2019 mendatang. 

Ketua Badan Pemenangan Pemilihan Umum (Bappilu) DPP PDI Perjuangan Bambang DH mengatakan, partainya mempunyai mekanisme dalam memilih pasangan calon (paslon) yang akan diusung di Pilkada 2020.

“Ada mekanisme yang diatur oleh peraturan partai. Jadi PDI Perjuangan ini setiap kali ada ‘gawe’ politik pemilihan kepala daerah, itu mekanismenya setahun sebelum pelaksanaan harus melakukan penjaringan calon,” kata Bambang DH kepada wartawan saat di kantor Kejati Jatim, Selasa (25/6/ 2019).

Politisi yang juga kerap disapa BDH ini mengungkapkan, proses penjaringan dilaksanakan paling lambat September 2019 di tingkat Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP yang daerahnya melaksanakan pilkada serentak.

“Pilkada Serentak 2020 kan dilakukan kalau tidak bulan Agustus ya September. Maka satu tahun sebelum pilkada daerah kabupaten/kota maupun provinsi sudah harus melakukan penjaringan,” jelas mantan Wali Kota Surabaya ini.

Meski nantinya DPC yang akan melakukan penjaringan, penentuan usungan di pilkada serentak merupakan wewenang DPP. Penentuan siapa diusung adalah hak prerogatif Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.

“Setelah penjaringan, nanti akan disaring. Penjaringan sifatnya administratif yang dilakukan oleh pengurus daerah (DPC dan DPD). Nanti DPP yang akan melakukan penetapan siapa calonnya. Tentu ada banyak pertimbangan,” ujar BDH.

Beberapa pertimbangan sebelum penetapan cakada di antaranya hasil survei dan psikotes. “Pertimbangannya banyak di antaranya hasil survei, psikotes dan lain sebagainya,” urai dia.

Terkait itu, DPP PDIP menunggu hasil rapat terlebih dahulu di tingkat DPC yang akan mengusulkan nama yang tentunya didahului oleh penyerapan aspirasi dari PAC dan ranting.

Karenanya, pria yang juga anggota DPRD Jatim ini mengaku belum bisa menyebutkan siapa saja nama-nama yang masuk ke dalam radar PDIP untuk Pilkada 2020, termasuk Pilkada Surabaya 2020. Juga nama-nama calon di sejumlah daerah lain di Jawa Timur. (goek)