Sekjen PDIP: Pemimpin Surabaya ke Depan Harus Senafas dengan Risma

SURABAYA – Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menyebut, pemimpin Surabaya di periode ke depan harus senafas dengan Wali Kota Tri Rismaharini. Di bawah kepemimpinan Risma sejak 2010, Kota Pahlawan menjadi kota maju

Hasto mengatakan, DPP PDI Perjuangan masih membuka kesempatan bagi kader-kader terbaik untuk mendaftar bakal cawali ayau cawawali Surabaya hingga batas terakhir bulan Oktober, meski sudah ada penjaringan di DPC maupun DPD.

“Kalau mau daftar di DPP masih dimungkinkan sampai Oktober. Karena April sudah pendaftaran calon di KPU,” kata Hasto di kantor DPD PDIP Jatim, Jumat (18/10/2019).

Hasto menyebut, PDIP sudah melakukan pemetaan strategi politik. Hasilnya, Kota Surabaya membutuhkan pemimpin yang senafas dengan gaya kepemimpinan Tri Rismaharini.

Pihaknya tidak ingin pemimpin pengganti Risma memiliki karakter poco-poco yang membuat kota yang sudah maju ini, malah jadi mundur.

“Bukan pemimpin poco poco, di mana dipimpin Ibu Risma Surabaya maju, kemudian yang menggantikan mundur, karena tidak memahami desain kemajuan kota Surabaya,” kata Hasto.

Dia juga mengungkapkan, Risma sudah mendaftarkan sosok Bakal Calon Wali Kota Surabaya ke DPP PDIP. “Sudah didaftarkan juga,” jelasnya.

Dalam penentuan rekomendasi pasangan calon nanti, sebut Hasto, Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri akan mendengarkan masukan dari Risma tentang sosok yang layak diusung PDIP untuk Pilwali Surabaya 2020.

“Karena kedekatan Ibu Mega dan Ibu Risma sudah sangat lama. Ibu Mega juga menjadi bagian arsitek pembangunan Surabaya karena intensnya dialog antara Ibu Mega dan Ibu Risma. Dalam dialog pasti ibu Mega akan mendengarkan masukan ibu Risma,” ucap Hasto. (goek)