Rintis Usaha Sayur Sejak 1986

Cahyo Edi PurnomoDibalik kesibukannya sebagai Ketua DPRD Kota Batu, Cahyo Edi Purnomo masih menjalankan bisnis sebagai supplier di UD Sayur Mayur miliknya. Walau tidak turun langsung dilapangan, Cahyo tetap memantau kualitas sayur yang dikirim ke hotel, supermarket maupun restoran luar Kota Batu.

ARIS SYAIFUL ANWAR

Sebuah gudang di Jalan Willis Kelurahan Sisir Kecamatan Batu Kota Batu Kamis (15/1) pukul 07.00, terlihat penuh dengan berbagai sayur mayur. Mulai dari sayur kubis, sawi daging, brungkuli, daun ketumbar. Selain jenis sayur di gudang tersebut juga sedang dilakukan pengepakan buah jenis apel dan jeruk.

Aktifitas tersebut rutin dilakukan setiap pagi dan siang hari. Sayur dan buah tersebut dikirim ke pemesannya yaitu supermarket, hotel dan restoran. Sebagian besar berada di luar kota. Mulai Surabaya, Purwokerto, Semarang, Bandung, Jakarta hingga Bali.

Selain itu, gudang milik Cahyo Edi Purnomo ini juga mengirim berbagai jenis sayur ke hotel maupun restoran yang ada di Kota Batu. Dengan dibantu Dwi Sudarwati istrinya dan delapan karyawan yang lain, setiap hari memilih dan mengepak sayuran yang dibeli dari petani di Kota Batu.

Usaha yang kini terus berkembang tersebut dirintis politisi asal PDI Perjuangan sejak tahun 1986. Saat itu Cahyo sering ikut Alm Munir Sutarno mengirim sayuran ke Pasar Keputran Surabaya. ”Usaha berdagang sayur awalnya dari orang tua. Tetapi saya terus mengembangkannya sendiri,” kata pria yang sudah memiliki dua anak dan satu cucu ini.

Setelah mengetahui celah bisnis sayur, Cahyo pun mulai masuk ke supermarket di Jl Basuki Rahmat Surabaya. Di tempat tersebut Cahyo mulai mengirim sayur dan buah. ”Saya rintis sendiri masuk ke supermarket. Dan tahu apa yang diinginkan manajemen,” ungkap pria yang sudah 18 tahun terjun di dunia politik ini.

Hingga tahun 1993, Cahyo pun berhasil menjadi pedagang sayur. Dengan modal Rp 50 juta, Cahyo pun mendirikan Unit Dagang (UD) Sayur Mayur. Menjadi supplier supermarket dan restoran. ”Tahun 1993 sudah dipercaya di restoran, hotel maupun supermarket. Dan tradisi tersebut kami jaga hingga sekarang,” beber Cahyo.

Agar pelanggan tetap percaya, Cahyo pun tetap menjaga kualitas sayur. Apabila mutu jelek barang tersebut dikembalikan oleh manajemen supermarket. Karena itu, Cahyo hingga sekarang tetap menjaga kualitas. Memenuhi permintaan sesuai dengan permintaan pemesan.

Seperti halnya sayur sawi harus dikemas rapi, sayur brungkuli berat satu bijinya 3 ons. Untuk buah semangka maksimal 4 kilogram satu buahnya. Apabila terlalu besar buah tidak laku. Ada juga buah apel manalagi dalam satu kilogram harus berisi lima hingga tujuh buah. ”Semua itu harus melalui manajemen yang baik. Sehingga mulai dari kualitas hingga waktu pengiriman bisa tepat waktu. Dan harus dikelola secara profesional,” urai Cahyo.

Hingga sekarang Cahyo sudah memiliki 8 pegawai. Setiap harinya menyiapkan sayuran yang akan di kirim hingga luar Jawa Timur. Sayuran tersebut dikirim dua kali. Untuk kawasan Jawa Timur dikirim mulai pukul 07.00. Sedangkan luar Jawa Timur dikirim pada pukul 22.00. (*/bb) – Radar Malang