oleh

PPKM Masih Sepekan, Kasus Positif Covid-19 di Nganjuk Mulai Melandai

NGANJUK – Wakil Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi mengungkapkan saat ini pihaknya dapat menekan angka pertambahan kasus Covid-19. Hal ini terlihat setelah diterapkannya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) selama sepekan.

Menurut Marhaen, akibat kesadaran masyarakat yang rendah dalam penerapan disiplin protokol kesehatan (prokes), membuat penambahan kasus positif Covid-19 kian melonjak.

Bahkan, Kabupaten Nganjuk sempat menduduki peringkat pertama penambahan kasus Covid-19 harian, se-Jatim. Dimana, penambahan kasus harian sempat mencapai 397 orang dan kesembuhan 104 orang. 

Rinciannya, pada 15 Januari sebanyak 230 orang positif dengan angka kesembuhan sebanyak 19 orang serta pada 16 Januari sebanyak 167 orang positif dan 85 orang dinyatakan sembuh.

“Dua hari sebelum penerapan PPKM di Kabupaten Nganjuk, sempat terjadi lonjakan kasus Covid-19 dan tertinggi se-Jatim,” ungkap Marhaen yang juga Wakil Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Nganjuk, kemarin.

Kang Marhaen sapaan Marhaen Djumadi mengatakan, sejak diterapkannya PPKM, angka positif selama sepekan terhitung mulai 17 – 23 Januari 2021 sebanyak 237 orang dan tingkat kesembuhan sebanyak 471 orang. 

Rinciannya:

17 Januari ada penambahan pasien positif 46 orang, dinyatakan sembuh 109 orang, dan meninggal 6 orang.

18 Januari ada penambahan pasien positif 46 orang, dinyatakan sembuh 109 orang dan meninggal 6 orang.

19 Januari ada penambahan pasien positif 35 orang, dinyatakan sembuh 61 orang dan meninggal 3 orang.

20 Januari penambahan pasien positif 30 orang, dinyatakan sembuh 44 orang dan meninggal 3 orang.

21 Januari ada penambahan pasien positif 35 orang, dinyatakan sembuh 42 orang dan meninggal 3 orang

22 Januari ada penambahan pasien positif 19 orang, dinyatakan sembuh 54 orang dan meninggal 1 orang.

23 Januari ada penambahan pasien positif 27 orang, dinyatakan sembuh 42 orang dan meninggal 1 orang.

Menurutnya angka pertambahan kasus Covid-19 dapat ditekan, jika masyarakat mempunyai kepedulian yang sama untuk menjadi pelopor dalam gerakan disiplin 3M Prokes, tidak hanya memberikan imbauan tapi tegas dalam kebijakannya.

“Angka harian positif Covid-19, masih bisa ditekan lagi menjadi satu digit, apabila ada keterlibatan RT, RW, Perangkat Desa/Kelurahan, Kepala Desa/Kelurahan, Forpimcam, Forpimda, ASN, DPRD, Ormas, Media dan sebagainya,” ujarnya.

Dengan disiplin 3M, yakni memakai masker saat keluar rumah, mencuci tangan setiap memulai dan selesai melakukan kegiatan dengan air yang mengalir dan menjaga jarak atau menghindari kerumunan, dia optimistis Kabupaten Nganjuk yang saat ini zona merah akan berubah menjadi zona kuning bahkan menjadi zona hijau.

“Kalau masyarakat tetap abai maka pemerintah akan lebih menekan masyarakat dalam peraturannya. Tapi kalau kesadaran masyarakat tinggi akan disiplin Prokes Covid-19, pemerintah akan lebih longgar terapkan aturan. Sehingga ekonomi, kesehatan, pertanian, keagamaan dan kegiatan masyarakat akan berjalan tanpa ada hambatan,” pungkasnya. (endyk)

rekening gotong royong