Potensi dan Kreativitas Anak Banyuwangi Bakal Diasah Sejak Dini

BANYUWANGI – Kabupaten Banyuwangi mendorong tumbuhnya generasi muda kreatif yang dimulai sejak bangku sekolah dasar (SD). Untuk itu, pemkab menginisiasi komunitas anak kreatif sesuai minat dan bakatnya yang akan dibimbing pengajar profesional.

Hal itu dicetuskan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas saat bertemu dengan puluhan siswa sekolah dasar dan madrasah ibtidaiyah (MI) di Pendopo Sabha Swagata Pemkab Banyuwangi, Sabtu (29/12/2019).

Pertemuan itu berlangsung dengan rileks. Digelar di rerumputan halaman pendopo, puluhan siswa bertalenta tersebut melakukan dialog dengan Bupati Anas.

Anas mengatakan, dia sengaja bertemu dengan anak-anak SD untuk memulai langkah menciptakan generasi muda yang kreatif berbasis bakat dan potensi yang dimiliki mereka.

“Kami ingin potensi dan kreativitas sudah diasah sejak dini agar mereka bisa berkarya sedini mungkin. Usia SD itu punya ruang luas untuk dikembangkan,” kata Anas.

Untuk itu, Anas pun akan segera membentuk komunitas anak kreatif sesuai potensi masing-masing. Setiap komunitas akan diisi oleh sekumpulan anak dengan hobi dan bakat yang sama.

Misalnya komunitas kreatif bagi anak-anak penghobi olahraga, komunitas penghobi robotik, komunitas anak penghobi seni, dan lainnya. Nantinya, pihak sekolah yang akan menyaring bakat dan potensi siswanya, lalu mereka akan bertemu rutin dengan siswa lain yang satu bakat.

“Setiap pertemuan akan didatangkan guru atau pelatih profesional, juga dilengkapi dengan peralatan penunjang yang dibutuhkan,” ujar Anas.

Berdialog dengan orang nomer satu di Banyuwangi ini pun tak disia-siakan para siswa. Banyak dari mereka yang lalu menyampaikan harapannya dengan lugas.

Seperti yang dilontarkan Sony F. Maulana dari SDN Mojopanggung, yang mengatakan kalau sangat menyukai hobi robotik, namun saat ini sekolahnya belum memiliki fasilitas yang memadai.

“Saya ikut daftar Pak Bupati untuk kelompok robotik. Selain itu, saya minta agar sekolah saya dilengkapi dengan fasilitas robotik biar saya tambah pintar bikin robot,” kata Sony yang disambut tawa semua yang hadir.

Begitu halnya dengan Putri dari SDN Bubuk, Rogojampi. Dia berharap agar di setiap sekolah negeri diberikan guru pengajar Quran.

“Supaya saya dan teman-teman bisa mengaji seperti MTQ itu pak. Mohon di sekolah itu dikasih guru MTQ,” cetus Putri.

Tak ketinggalan Syahnaz siswi SD Lazuardi Tursina. “Saya ini hobi main biola, nyanyi, gitar. Tolong ya pak diberikan panggung festival musik untuk anak SD seperti saya ini agar bisa berkompetisi,” timpal Syahnaz.

Bupati Anas pun menyambut baik semua permintaan dan harapan anak-anak tersebut. Anas berpesan agar semua siswa nantinya bisa memanfaatkan komunitas kreatif ini dengan optimal.

“Segera kalian nanti kami kumpulkan dan kami sediakan satu pelatih khusus. Tapi semua harus optimal ya,” pesan Anas. (goek)