‘Pemilu Berbiaya Murah’ Ala PDIP Dilirik Partai Konservatif Inggris

JAKARTA – Kunjungan sejumlah delegasi Partai Konservatif Inggris ke Kantor DPP PDI Perjuangan, di Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (19/2/2019), ternyata dibumbui ‘rasa keingintahuan yang tinggi’ terkait Pemilu serentak Indonesia yang akan digelar April 2019.

Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan pertemuan tersebut memberikan ‘bekal’ bagi para delegasi partai yang berkuasa di Inggris untuk dibawa pulang ke negaranya.

Hasto menjelaskan, keunikan sistem demokrasi Indonesia yang berdasarkan Pancasila, musyawarah mufakat, menjadi daya tarik tersendiri bagi para politisi Inggris.

Karena itu, sebagai partai besar, PDIP pun memberikan penjelasan agar para delegasi yang hadir bisa memahami mengenai sistem yang diterapkan di tanah air.

“Ya kita saling belajar, apalagi Indonesia kan unik, kita demokrasi berdasarkan Pancasila, musyawarah mufakat, maka kami berikan penjelasan,” ujar Hasto, saat ditemui awak media usai pertemuan tersebut.

Selain itu, delegasi Partai Konservatif juga penasaran dengan ‘Pemilu biaya murah’ ala PDIP dan meminta penjelasan mengenai hal itu.

“Termasuk mereka bertanya bagaimana pemilu bisa diadakan dengan biaya murah,” jelas Hasto.

Hasto pun menjelaskan semangat gotong royong yang tumbuh dalam PDIP. “Kami jelaskan PDIP partai terkuat di Indonesia dan kami punya semangat gotong royong,” kata Hasto.

Bahkan PDIP juga menyiapkan kader-kadernya melalui sekolah partai, hingga melatih mereka yang bertugas sebagai manager kampanye agar bisa menjalankan tugasnya secara efektif dan efisien.

Sehingga, melalui sejumlah kegiatan tersebut partai berlambang kepala banteng itu bisa memangkas biaya politik.

“Kami punya sekolah partai, kami melatih manager-manager kampanye, itu berdampak pada penurunan biaya politik,” kata Hasto.

Perlu diketahui, para delegasi yang mewakili Partai Konservatif Inggris itu meliputi politisi Sir Simon Burns, Nick De Bois, dan Carlotta Redy.

Ketiganya didampingi pula oleh Stephen Sherlock dan Ian Hanke yang berperan sebagai Konsultan Program dari Westminster Foundation for Democracy.

Kedatangan para delegasi Partai Konservatif Inggris itu pun diterima sangat hangat oleh Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto dan jajarannya, termasuk politisi Eva Sundari dan Budiman Sudjatmiko. (tribunnews)