Pelantikan Jokowi Tumbuhkan Optimisme Dunia Pertanian

pdip jatim - jokowi di sawahJAKARTA – Rakyat Indonesia menyambut antusias pelantikan Joko Widodo-Jusuf Kalla yang akan digelar, Senin (20/10/2014) besok. Tidak hanya gerakan mengarak presiden ketujuh itu menunjukkan gairah, tapi juga optimisme di dunai pertanian.

“Pelantikan Joko Widodo sebagai Presiden ke-7 RI besok menumbuhkan optimisme yang tinggi bagi dunia pertanian, karena sebagaimana komitmen dan janjinya bahwa dunia pertanian adalah salah satu bidang pembangunan yang paling sesuai dengan kondisi geografis, sosial budaya, dan potensi yang dimiliki Indonesia,” kata Guru Besar Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran, Bandung, Tarkus Suganda, Minggu (19/10/2014).

Tarkus mengatakan Jokowi secara pribadi sudah sangat memahami bahwa dunia pertanian juga memiliki pangsa pasar produk yang tidak akan ada akhirnya bahkan semakin meningkat baik kuantitas maupun kualitas. Makanya kata dia, dunia pertanian memiliki mata rantai ekonomi yang sangat luas, dari sebagai pelaku usaha tani, sampai ke industri pengolahan dan pemasaran.

“Pak Jokowi sudah menyatakan bahwa bidang pertanian akan digarap serius dengan menempatkan profesional yang memahami pembangunan pertanian secara keseluruhan,” ucapnya.

Dengan memberikan kepeduliaan seperti itu kepada petani, Tarkus mengatakan akan menumbuhkan optimisme dan semangat para petani, peneliti pertanian, dan penyedia sarana produksi, serta industri pengolah hasil pertanian dan pemasaran hasil pertanian. Apalagai kata dia dengan revolusi mental yang bangga dengan produk impor akan berubah menjadi bangga dengan produk pertanian lokal, bahkan produksi petani jamu dan tanaman obat tradisional dapat menjadi industri kreatif yang makin berkembang dengan sikap Jokowi yang selalu mempromosikan diri sebagai peminum jamu tradisional.

Tarkus menjelaskan dengan komitmen Jokowi terhadap dunia petani dan pertanian, tentunya akan menggerakkan pula dunia usaha pendukung pertanian termasuk perbankan yang biasanya sulit memberikan kredit bagi usaha pertanian. “Membangun pertanian berarti meningkatkan taraf hidup 40 persen rakyat Indonesia berpenghasilan rendah dan menumbuhkan industri pengolah hasil pertanian,” katanya.

Menurut Tarkus, selain menumbuhkan dunia pertanian, industri lainnya otomatis terdongkrak, termasuk transportasi dan alat-alat pertanian, menggerakkan sektor perdagangan bahkan perdagangan internasional, dan menumbuhkan kebanggaan nasional sebagai bangsa yang berkedaulatan dan berdikari di bidang pangan.

“Bangsa yang menguasai pangan adalah bangsa yang paling kuat, karena selama manusia hidup, ia akan membutuhkan pangan. Sejarah membuktikan, pangan dan bukan nuklir yang merupakan senjata terampuh suatu bangsa,” pungkasnya. (awa/jpnn)