PDIP Teratas karena Peran Megawati dan Jokowi

JAKARTA – Pilkada DKI Jakarta tak pengaruhi kondisi politik nasional. Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) merilis, PDI Perjuangan tetap partai politik yang menjadi pilihan mayoritas responden.

Politisi PDI Perjuangan Maruarar Sirait mengatakan, elektabilitas PDIP yang tinggi tersebut tidak bisa terlepas dari peran Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Menurutnya, Megawati memiliki peran yang sangat vital dalam menjaga dan mempertahankan suara partai. Pasalnya Megawati mampu mensolidkan partai dan terus menerus memperjuangkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bermasyarakat.

“Kemampuan Ibu Megawati mensolidkan dan menjaga Pancasila inilah yang menjadikan PDI Perjuangan masih dicintai dan dipercaya rakyat,” kata Maruarar, saat menjadi pembicara dalam Rilis Survei Nasional SMRC di kantor SMRC, Cikini, Jakarta, Kamis (8/6/2017).

Baca: Usai Pilkada DKI, Jokowi Masih Ungguli Prabowo

Legislator DPR RI yang akrab disapa Ara ini menambahkan, bahwa figur Jokowi juga memiliki peran yang penting untuk mendongkrak elektabilitas PDI Perjuangan. Rakyat masih menaruhkan harapan dan kepercayaannya kepada mantan Wali Kota Surakarta ini.

“Dari lembaga survei membuktikan masyarakat mengapresiasi kinerja Presiden Jokowi. Dan rakyat juga percaya bahwa presiden masih berada pada arah yang benar untuk mengubah bangsa ini lebih baik,” jelas Ara.

Sementara itu, Direktur Eksekutif SMRC Djayadi Hanan mengatakan, Presiden Jokowi dan PDI Perjuangan masih di atas semua pesaingnya dan tidak terpengaruh hasil Pilkada DKI Jakarta dikarenakan beberapa hal.

“Berbagai indikator yang berbasis pada evaluasi massa nasional secara umum, positif dan stabil,” kata Djayadi Hanan, dalam paparan hasil survei.

Dia memaparkan, berdasarkan hasil survei SMRC, elektabilitas PDIP masih menjadi yang tertinggi dengan 21,5 persen. Sementara, Gerindra menempati posisi kedua dengan 9,3 persen dan Golkar di tempat ketiga dengan 9 persen.

Meskipun pada Pilkada DKI Jakarta, calon kepala daerah yang diusung PDIP kalah, tidak mempengaruhi elektabilitasnya sampai saat ini.

“Kalau ada pengaruh Pilkada DKI, PDIP seharusnya turun, tapi ini PDIP naik. Mungkin ada pengaruh lain,” terang Djayadi.

Elektabilitas Presiden Jokowi yang cukup tinggi juga berpengaruh partai pengusungnya, PDI Perjuangan.

Partai yang dipimpin Megawati Soekarnoputri ini mendapat respons positif dari masyarakat hingga berdampak positif terhadap elektabilitasnya.

“Sekarang figur utama di PDIP lebih lekat dengan Jokowi. Kalau Jokowi persepsinya positif di mata masyarakat, maka akan berdampak positif terhadap PDIP,” jelas dia. (goek)