KBK PDIP Kota Mojokerto Bakal Jadi Model Pengembangan Ketahanan Pangan

MOJOKERTO – Langkah DPC PDI Perjuangan Kota Mojokerto menjadikan sebagian besar halaman kantornya sebagai Kebun Bung Karno (KBK) mendapat apresiasi DPD PDI Perjuangan Jawa Timur.

Apalagi, di kebun asri dilengkapi kolam budidaya ikan lele dan ikan nila itu juga terdapat patung Bung Karno.

Apresiasi tersebut disampaikan Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jatim Dr Sri Untari Bisowarno MAP, saat meresmikan Kebun Bung Karno dan monumen sang Proklamator Kemerdekaan RI di kantor DPC PDIP Kota Mojokerto, Jalan Tropodo Kota Mojokerto, Minggu (28/6/2020).

“Kami apresiasi DPC PDI Perjuangan Kota Mojokerto dan seluruh kadernya, apresiasi yang sangat tinggi. Sebab telah membangun kebun yang tak hanya membuat halaman kantor menjadi asri, tapi yang utama sebagai pusat gerakan ketahanan pangan bagi masyarakat, lebih-lebih di masa pandemi Covid-19 kali ini,” kata Untari, dalam sambutan peresmian Kebun Bung Karno.

Menjadikan kantor Partai sebagai pusat pengembangan dalam upaya ketahanan pangan, sebut Untari, adalah mewujudkan instruksi Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri soal ketahanan pangan.

Karena itu, menurut politisi yang juga Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim ini, langkah yang dilakukan DPC PDIP Kota Mojokerto membuat Kebun Bung Karno sudah benar. DPD Jatim, sebutnya, mendukung penuh langkah ini.

Apresiasi yang disampaikan Untari termasuk adanya monumen Bung Karno yang melengkapi KBK. Sebab patung di KBK tersebut beda dengan monumen Bung Karno yang sudah ada selama ini.

Menurutnya, selama ini patung yang dibuat biasanya sosok Bung Karno saat menjadi Presiden pertama RI. Namun di KBK, patung yang dibuat merupakan sosok Bung Karno saat masih bocah, dan masih bernama Koesno Sosrodihardjo.

“Ini sungguh karya agung, yang tidak pernah orang membuat patung Bung Karno saat masih kecil. Yang dibuat biasanya patung Bung Karno yang telah jadi presiden,” ujarnya.

“Ini membuat sejarah baru. Sejarahnya adalah menarik kebelakang, bagaimana Presiden pertama RI itu kecilnya seperti apa. Ternyata kecilnya seperti ini  dan pernah tinggal di Mojokerto,” terang Untari di depan jajaran pengurus PDIP Kota Mojokerto yang hadir di acara tersebut.

Dia menambahkan, dari 38 DPC PDIP se-Jatim, baru di DPC Kota Mojokerto yang membuat kebun sebagai pusat pemberdayaan masyarakat menuju ketahanan pangan. Karena itu, pihaknya bakal menjadikan gerakan yang dilakukan DPC Kota Mojokerto sebagai model bagi DPC lain agar melakukan langkah yang sama.

Pihaknya minta gerakan ini dilakukan dulu sampai ada hasilnya. Seperti ayam-ayam petelur di Kebun Bung Karno bisa bertelur secara rutin, lele bisa dipanen pada waktunya, juga tanaman sayurannya, yang semuanya bisa memberi manfaat besar bagi warga.

Kalau berhasil, imbuh Untari DPD PDIP Jatim akan minta cabang lainnya yang kantornya punya halaman, untuk menduplikasi apa yang dilakukan DPC PDI Perjuangan Kota Mojokerto.

“Sesuatu yang baik harus dikabarkan agar bisa memberikan manfaat yang lebih luas lagi,” pungkasnya.

Peresmian KBK juga dihadiri Sekretaris Fraksi PDIP DPRD Jatim dari dapil Kota/Kabupaten Mojokerto dan Jombang, SW Nugroho, serta anggota Fraksi PDIP DPRD Kota Mojokerto. (goek)