Jokowi Minta Mahasiswa Segera Terjuni Dunia Usaha

pdip jatim - presiden - gerakan kewirausahaan nasionalJAKARTA – Presiden Joko Widodo minta para mahasiswa segera menerjuni dunia usaha tanpa menunggu lulus kuliah. Jokowi juga minta mereka tidak banyak berpikir dan takut untuk memasuki dunia usaha.

“Sambil kuliah, kerja. Telat nanti waktunya kalau nunggu lulus,” kata Jokowi, saat membuka Gerakan Kewirausahaan Nasional (GKN) 2015 di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Kamis (12/3/2015).

Kata Jokowi, Indonesia punya orang-orang muda asal Indonesia yang bisa jadi contoh sukses di dunia usaha. “Nggak perlu mencari contoh pemilik Facebook atau pemilik Alibaba atau Twitter, ada di sini,” katanya.

Ketiga pengusaha muda yang mendapat pujian Jokowi itu, yakni Hendy Setiono (31), yang 12 tahun menjalani bisnis Kebab Turki Baba Rafi. Menurut Jokowi, Handy sangat pandai memanfaatkan peluang, dan cepat memanfaatkan peluang.

“Begitu buka satu untung, langsung buka seribu. Kalau telat orang lain masuk menjadi kompetitor,” ujarnya.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu juga bangga atas prestasi Elang Gumilang (29). CEO PT Dwikarsa Semestaguna, itu sukses di bidang properti dengan omset mencapai triliunan rupiah setahun.

Juga Nurana Indah Paramita (29), pemimpin T-Files, juara Mandiri Young Technopreneur (MYT) 2011 karena inovasi pembangkit listrik tenaga arus laut (LTA). Nurana kini berpenghasilan miliaran rupiah per tahun.

Jokowi optimistis ekonomi Indonesia akan besar mengingat para enterpreuner muda diberi peluang seluas-luasnya untuk mengembangkan usaha. Indonesia, sebut Jokowi, merupakan negara besar dengan peluang sangat besar yang diincar dunia luar.

“Jangan mau pasar kita diduduki oleh entrepreuner-entrepreuner negara lain. Karena itu, kuasailah lebih dahulu pasar dalam negeri,” pintanya.

Pada kesempatan ini, Presiden memberikan bantuan Rp 100 juta kepada lima pemenang Wirausaha Muda Mandiri (WMM) dan Mandiri Young Technopreneur (MYT). Hadir di acara itu, Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga, Menteri Perdagangan Rahmat Gobel, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, dan Wakapolri Komjen Polisi Badrodin Haiti. (pri/*)