Jokowi Bebaskan Ba’asyir, Sekjen PDIP: Keputusan yang Sesuai Pancasila

JAKARTA – PDI Perjuangan mendukung pembebasan terpidana terorisme Abu Bakar Ba’asyir oleh Presiden Joko Widodo. Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menyebut kebijakan Jokowi itu mempertimbangkan nilai Pancasila.

“Presiden sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan tentu memiliki sebuah kebijakan-kebijakan yang didasarkan pada konstitusi yang didasarkan pada nilai Pancasila,” kata Hasto, Sabtu (19/1/2019).

Menurut Hasto, delapan partai koalisi pendukung Jokowi lainnya mendukung keputusan Jokowi tersebut. Semua setuju dengan capres nomor urut 01 itu, yang dengan alasan kemanusiaan, mengapa Amir Jamaah Asharut Tauhid (JAT) itu dibebaskan.

Hasto juga mengamini bahwa ada peran Yusril Ihza Mahendra sebagai juru runding. Pakar hukum tata negara itu diketahui kuasa hukum Jokowi-Ma’ruf..

“Dengan demikian dialog yang dilakukan dengan Prof Yusril itu merupakan suatu hal yang baik dan kami dukung sepenuhnya keputusan Pak Jokowi,” kata Hasto.

Diketahui, Terpidana kasus terorisme, Abu Bakar Ba’asyir akan segera dibebaskan dari Lembaga Pemasyarakatan (LP) Gunungsindur, Kabupaten Bogor. Presiden Jokowi setuju dengan pembebasan Ba’asyir tersebut.

Jokowi mengungkap alasan kenapa setuju dengan wacana tersebut. Menurut dia, Ba’asyir sudah menginjak usia 81 tahun dan sudah menjalani lebih dari separuh masa hukuman 15 tahun.

“Ya yang pertama memang alasan kemanusiaan. Artinya beliau kan sudah sepuh, ya pertimbangannya kemanusiaan,” kata Jokowi saat di Ponpes Darul Arqam, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Kamis (18/1/2019).

Di Lapas, Ba’asyir juga sudah sakit-sakitan. Dengan alasan itu, Jokowi setuju agar Ba’asyir dibebaskan. “Iya, termasuk kondisi kesehatan masuk dalam pertimbangan itu,” tuturnya.

Sementara itum Cawapres Ma’ruf Amin mengapresiasi keputusan Presiden Jokowi untuk pembebasan Abu Bakar Baasyir dari penjara Lapas Gunung Sindur.

“Saya mengapresiasi pemerintah terutama Pak Jokowi yang visi kemanusiaannya tinggi sekali,” ujar Ma’ruf saat di Kabupaten Tangerang, Banten, Jumat (18/1/2019).

Baginya, Jokowi sangat memperhatikan Baasyir yang sudah tua, bahkan uzur. Kondisi Baasyir sendiri juga sudah sakit-sakitan.

Ma’ruf mengatakan, dirinya tahu benar bagaimana Jokowi memutuskan untuk melakukan pembebasan terhadap Baasyir. “Saya tahu, beliau punya kemauan dan keinginan untuk itu. Bahkan bukan hanya membebaskan, beliau juga ingin merawat Abu Bakar Baasyir. Ini sisi kemanusiaan luar biasa dari seorang pemimpin negara,” tutur Ma’ruf. (goek)