Ita Taufiqurrahman Santuni 1.000 Anak Yatim

pdip-jatim-ita-taufiqurrahman-anak-yatimNGANJUK – Penasihat Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Nganjuk, Ita Taufiqurrahman mengajak para orang tua agar lebih meningkatkan pengawasan terhadap tumbuh kembang anak-anaknya. Dia berharap anak-anak menjadi generasi penerus bangsa yang andal.

“Ke depan, anak-anak kita inilah yang menjadi penerus perjuangan bangsa, untuk menjadi bangsa yang maju dan berakhlak mulia,” kata Ita saat memberi sambutan workshop perlindungan anak dan pemberian santunan pada 1.000 anak yatim, di GOR Bung Karno, Kamis (17/12/2014).

Menurut Ita, saat ini permasalahan anak terus muncul dalam kehidupan sehari-hari, terbukti dengan adanya kasus penelantaran anak, eksploitasi seksual anak, kekerasan terhadap anak, dan anak yang kesandung persoalan hukum.

Ada juga kasus anak terlibat narkoba, perdagangan anak, dan masih banyak lagi yang belum teridentifikasi.

Istri Bupati yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Nganjuk, Drs H Taufiqurrahman ini menambahkan, bahwa anak, terlebih lagi anak usia dini, adalah anugerah Tuhan. Dia mengajak para orang tua mendidik dan melindungi generasi penerus dan calon pemimpin bangsa itu, dengan hati, dengan sepenuh hati, dan hati-hati.

“Bapak dan ibu sebagai orang tua bertanggung jawab terhadap masa depan anak-anak kita, termasuk anak-anak yatim. Meski tidak secara langsung, namun bisa bersifat sumbangsih sosial dengan memberi perhatian dan bantuan kepada mereka yang kurang beruntung,” tuturnya.

Workshop kali ini sangat istimewa, karena menampilkan narasumber Kak Seto Mulyadi. Tampak hadir juga Drs Puji Santoso, Ketua DPRD yang juga Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Nganjuk.

Kak Seto dalam pemaparannya menyampaikan, bahwa peran orang tua sangat besar artinya terhadap tumbuh kembang anak. “Anak-anak kita sangat membutuhkan pengawasan terhadap pengaruh lingkungan, apalagi dengan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi saat ini. Banyak pengaruh negatif yang harus kita kendalikan,” ujarnya.

Kak Seto juga minta para orang tua, khususnya ibu-ibu untuk melaporkan kepada Komisi Penyiaran Indonesia jika ada tayangan televisi baik lokal maupun nasional yang sekiranya tidak layak untuk anak.

Sementara itu, Ketua DPRD Nganjuk Puji Santoso sangat mengapresiasi acara tersebut. Menurutnya, anak memiliki peran strategis dan mempunyai ciri dan sifat khusus yang menjamin kelangsungan eksistensi bangsa dan negara di masa depan.

“Sehingga keberadaannya perlu dilindungi agar dapat hidup, tumbuh kembang, dan berpartisipasi secara optimal sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan,“ kata Puji.

Workshop kali ini diikuti seluruh organisasi wanita yang ada di Kabupaten Nganjuk, termasuk Bhayangkari dan Persit. Di sela acara, dilakukan penyerahan santunan kepada 1.000 anak yatim dari 20 kecamatan se-Kabupaten Nganjuk. (endy)