Hari Sumpah Pemuda, Ini Pesan Sri Untari

SURABAYA – Pada momen Sumpah Pemuda 28 Oktober 2020, Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Jawa Timur Sri Untari Bisowarno mengajak seluruh masyarakat khususnya pemuda Indonesia dari semua elemen untuk merefleksikan peringatan Hari Sumpah Pemuda.

Sumpah Pemuda yang digaungkan 92 tahun lalu itu, kata Untari, adalah sumpah adiluhung dari pemuda dan pemudi Indonesia sebagai sumbangsih besar untuk menyatukan Indonesia pada waktu itu.

“Sumpah Pemuda adalah momentum yang tepat untuk melakukan refleksi terhadap perjalanan politik kebangsaan bangsa ini,” terang Untari, Rabu (28/10/2020).

Baca juga: Sekjen PDI Perjuangan Harap Langkah Bung Karno Menginspirasi Kaum Muda

“Mereka berbeda suku, ras, agama, pendidikan, status sosial, latar belakang, namun dengan tekad yang kuat satu sama lain dengan satu kata Merdeka!” tambah alumni GMNI ini penuh semangat.

Untari juga menyebutkan bahwa Sumpah Pemuda ini menjadi spirit dasar bagi terwujudnya kemerdekaan bangsa Indonesia pada 17 Agustus 1945.

Bahkan, tambah Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jatim ini, di masa kemerdekaan Indonesia yang telah dinikmati selama 75 tahun, masih banyak tantangan yang harus dilalui bangsa.

Terbukti makin banyak bermunculan kelompok yang melakukan gerakan inteloransi, dan mereka yang masih mempertanyakan Pancasila sebagai dasar negara.

Juga munculnya gerakan anti NKRI dan lain sebagainya yang memecah belah persatuan bangsa yang sangat berbeda dengan semangat Sumpah Pemuda.

“Semua gerakan itu mempengaruhi dan membawa para kaum muda ikut serta, satu contoh banyak yang ikut-ikutan dan ketidakpahaman dengan melampiaskan kekesalan terhadap kebijakan pemerintah melalui demonstrasi yang merusak nama generasi muda,” bebernya.

“Alangkah mahalnya kemerdekaan yang kita raih 75 lalu. Untuk saat ini peran generasi muda sangatlah dibutuhkan untuk kemajuan bangsa,” tambah politisi asal Malang yang juga Ketua Umum Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) tersebut.

Dia mendukung generasi muda untuk berjuang secara konstruktif dan positif dalam menyongsong tantangan zaman. Terlebih saat sekarang, sebutnya, bangsa ini sudah memasuki masa yang menuntut untuk update terhadap perkembangan teknologi.

“Maka perkembangan kemajuan Indonesia saat ini terletak pada generasi muda, seperti yang diungkapkan Bung Karno: Beri aku 1.000 orang tua, niscaya akan kucabut Semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia,” pungkasnya. (rul)