Rabu
07 Januari 2026 | 11 : 22

Dukung Hari Santri, Jokowi Siapkan Acara Besar di Jakarta

pdip jatim - Jokowi tabuh bedug

pdip jatim - Jokowi tabuh bedugJAKARTA – Sekretaris Kabinet Pramono Anung menyatakan bahwa Presiden Joko Widodo akan segera menerbitkan keputusan presiden untuk menetapkan 22 Oktober sebagai Hari Santri. Acara peringatan juga tengah disiapkan untuk dihelat di DKI Jakarta.

Pramono mengungkapkan, ditetapkannya 22 Oktober sebagai Hari Santri merupakan usulan dari internal kabinet dan pihak eksternal yang terkait. Meski begitu, 22 Oktober tidak akan dijadikan sebagai hari libur nasional.

“Menunggu keppresnya. Tidak libur dan pada tanggal 22 kemungkinan ada acara yang cukup besar di Jakarta,” kata Pramono, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (13/10/2015).

Pramono mengungkapkan, saat ini tengah diatur waktu agar Presiden Jokowi dapat menghadiri acara peringatan Hari Santri. Sebab, di hari yang sama Jokowi dijadwalkan menerima kedatangan tamu kenegaraan dari Denmark. “Waktunya sedang diatur untuk adanya penyesuaian,” ucap Pramono.

Saat mengikuti kampanye Pemilihan Presiden 2014, Jokowi menyampaikan janjinya untuk menetapkan satu hari sebagai Hari Santri Nasional. Namun, ketika itu Jokowi mengusulkan tanggal 1 Muharam sebagai Hari Santri Nasional.

Sementara itu, menurut PBNU, tanggal yang tepat dijadikan Hari Santri Nasional bukanlah 1 Muharam, melainkan pada 22 Oktober. Pada tanggal itu, perjuangan santri dalam merebut kemerdekaan tampak menonjol.

Menurut Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj, 22 Oktober 1945 merupakan tanggal ketika Kiai Hasyim Asy’ari mengumumkan fatwanya yang disebut sebagai Resolusi Jihad. Resolusi itu lahir melalui musyawarah ratusan kiai dari berbagai daerah tersebut merespons agresi Belanda kedua.

Resolusi memuat seruan bahwa setiap Muslim wajib memerangi penjajah. Para pejuang yang gugur dalam peperangan melawan penjajah pun dianggap mati syahid. Sementara itu, mereka yang membela penjajah dianggap patut dihukum mati.

Said juga menyampaikan bahwa dengan atau tanpa persetujuan pemerintah, PBNU akan tetap merayakan 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional. PBNU telah merencanakan sejumlah acara dalam rangka perayaan hari santri tersebut.

“Ada pengakuan resmi negara atau tidak, agenda memperingati Resolusi Jihad akan berjalan dan kita harapkan pemerintah putuskan itu Hari Santri Nasional. Kalau tidak keburu waktunya, butuh analisis, rapat di Istana, kita tetap akan mengadakan peringatan yang memperingati Resolusi Jihad tanggal 22 Oktober,” tutur Said. (kompas)

http://nasional.kompas.com/read/2015/10/13/21322721/Dukung.Hari.Santri.Jokowi.Siapkan.Acara.Besar.di.Jakarta

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KABAR CABANG

Tolak Wacana Pilkada oleh DPRD, Ketua DPC PDIP Kota Batu: Kemunduran Demokrasi!

BATU – DPC PDI Perjuangan Kota Batu menyatakan sikap menolak wacana pemilihan kepala daerah (Pilkada) lewat ...
BERITA TERKINI

DD Jauh Berkurang, Widarto: Pembangunan di Desa Bisa Terganggu

JEMBER – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Jember Widarto, S.S memprediksi pelaksanaan pembangunan di desa untuk tahun ...
LEGISLATIF

Wahyudi Anto Carikan Win-win Solution Kisruh Tambang Galian C di Trenggalek

TRENGGALEK – Ketua Komisi III DPRD Trenggalek, Wahyudi Anto, berupaya mencarikan jalan tengah atas kisruh penolakan ...
KABAR CABANG

DPC PDI Perjuangan Kota Malang Tolak Wacana Pilkada Tidak Langsung

MALANG – DPC PDI Perjuangan Kota Malang tegas menyatakan menolak rencana pemilihan kepala daerah (pilkada) tidak ...
LEGISLATIF

Ketua DPRD Ngawi Sesalkan Peretasan Website Pemkab, Muncul Tulisan Indikasi Judi Online

NGAWI – Ketua DPRD Kabupaten Ngawi, Yuwono Kartiko, menyesalkan peretasan terhadap situs web milik Pemkab Ngawi. Ia ...
KABAR CABANG

DPC Kabupaten Blitar Ikuti Rakor Persiapan HUT ke-53 PDI Perjuangan dan Rakernas I 2026

BLITAR – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Blitar mengikuti rapat koordinasi secara daring ...