Dikunjungi Jokowi, Desa Ini Punya Pendapatan Rp 50 M Setahun dari Dana Desa

BADUNG – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjau pembangunan lapangan sepak bola dan paralayang di Desa Kutuh, Kuta Selatan Kabupaten Badung yang memanfaatkan Dana Desa, Jumat (17/5/2019).

Jokowi menilai Desa Kutuh merupakan salah satu desa yang sangat berhasil memanfaatkan Dana Desa untuk kesejahteraan masyarakatnya, dengan berkonsentrasi di sport tourism. Yakni dengan jalan menyewakan lapangan bola untuk latihan, dan kompetisi internasional.

Juga ada paralayang yang juga setahun bisa menghasilkan Rp800 juta. Sehingga untuk desa sendiri memiliki pendapatan Rp50 miliar per tahun.

“Coba bayangkan. Ini yang bagaimana Dana Desa itu bisa men-trigger ekonomi yang ada di wilayah sehingga masyarakat betul-betul merasakan manfaatnya,” kata Jokowo.

Menurutnya, model yang dilakukan Desa Kutuh bisa di-copy di tempat-tempat lain yang memiliki kemiripan, entah di Sumatra, entah di Jawa, bisa menjadi sebuah model keberhasilan sebuah manajemen pengelolaan Dana Desa untuk kemanfaatan masyarakat.

Sebelum berkunjung ke Desa Kutuh, Jokowi meninjau Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, di Kabupaten Lombok Tengah, NTB, yang akan menjadi lokasi MotoGP 2021 dengan konsep Street Race Sirkuit.

Jokowi menilai progres perkembangan dari Mandalika yang akan menjadi lokasi MotoGP 2021 dengan konsep Street Race Sirkuit sejauh ini sudah bagus. Sesuai laporan Direktur Utama Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), menurut Jokowi, untuk hotelnya sudah ada tujuh yang sewa, dan tiga yang bangun.

“Ini kan sebuah perkembangan yang sangat bagus. Dan fasilitas di sini juga sudah mulai dibangun tadi. Coba dilihat toiletnya, toilet umumnya dilihat nanti seperti apa,” katanya.

Sejak awal pembangunan KEK Mandalika khususnya yang terkait dengan lokasi penyelenggaraan MotoGP 2021 dilakukan dengan menggunakan standar yang tinggi. Sehingga, kata Jokowi, jangan sampai kawasan yang sudah sangat indah dan bagus pemberian Allah ini menjadi tidak baik karena salah manajemen dari awal.

Dia berharap fasilitas yang berkaitan dengan  MotoGP 2021 itu juga segera dikerjakan. Saat ini, sebutnya, airport sudah, jalan sudah, penetapan lokasi sudah, penloknya sudah.

Sehingga diharapkan konstruksi paling lambat Januari 2020. Dengan demikian, sambung Presiden, 2020 semua fasilitas yang diinginkan oleh MotoGP itu betul-betul sudah siap.

“Sehingga mereka yakin dan kita harapkan kita di 2021 betul-betul bisa melihat bersama-sama MotoGP diselenggarakan di Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat, Indonesia,” ujarnya. (goek)