Di Pilkada Pacitan, PDI Perjuangan-Hanura Usung Bambang-Retno

pdip jatim - bambang susanto pacitan

Bambang Susanto (tengah)

SURABAYA – PDI Perjuangan memastikan mengusung pasangan bakal calon bupati-wakil bupati dalam Pilkada Pacitan 2015. Pasangan yang disiapkan bertarung dengan incumbent itu yakni Bambang Susanto-Sri Retno Dhewanti, hasil koalisi PDI Perjuangan dengan Partai Hanura.

Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, dalam rilis tertulis kepada media menyatakan, partainya mengusung calon dan menjadi pelopor di dalam mengatasi calon tunggal. “Di Pacitan, demi tanggung jawab terhadap hak rakyat menentukan pemimpinnya, PDI Perjuangan mengusung pasangan calon untuk mengatasi calon tunggal,” kata Hasto Kristiyanto, Senin (10/8/2015).

Langkah mengusung calon kepala daerah di Pacitan, jelas Hasto, sebagai upaya menjalankan hak konstitusional partai politik dalam mengajukan calon kepala daerah. PDI Perjuangan, tambah dia, berkomitmen dan akan bekerja keras untuk memenangkan Bambang-Retno dalam Pilkada Pacitan.

Bambang merupakan putra asli Pacitan yang berasal dari Kecamatan Punung dan berprofesi sebagai penilik SMP. Dia diharapkan dapat menggarap jaringannya melalui profesi guru. Sedang Retno dinilai Hasto cukup populer di Pacitan dan dikenal sebagai figur yang berintegritas.

Untuk mengusung pasangan Bambang-Retno, PDI Perjuangan berkoalisi dengan Partai Hanura untuk memenuhi syarat minimal kepemilikan kursi di DPRD. Dari 40 kursi DPRD Pacitan, PDI Perjuangan memiliki 6 kursi sehingga perlu tambahan minimal 2 kursi dari partai lain untuk dapat mengajukan calon kepala daerah.

Hasto berharap langkah PDI Perjuangan mengusung calon dalam Pilkada Pacitan dapat diikuti partai lain, khususnya di daerah yang saat ini masih memiliki calon tunggal. Dia mendorong partai lain tetap mengusung calon kepala daerah meski yang dihadapi adalah calon petahana.

“Di Kota Surabaya, Kabupaten Blitar, juga memiliki semangat yang sama, bahwa di balik pilkada, kemenangan memang menjadi target. Namun aspek konsolidasi partai, militansi dan ideologi juga dipertaruhkan,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Sri Untari sebelumnya mengatakan, tidak menutup kemungkinan partainya membuka peluang untuk berkoalisi dengan partai lain. Salah satunya adalah PAN.

“Yang sudah fix Hanura, kursi kita sudah cukup. Kalau rekom dari PAN turun hari ini ya mereka ikut,” katanya.

Sri Untari menegaskan, pasangan calon bupati-wakil bupati yang diusungnya akan all out bertarung melawan petahan. Dia memastikan pasangan calon yang diusungnya akan mendaftar hari ini setelah melakukan rakercabsus dan deklarasi.

“Kita kerahkan kekuatan penuh. Kami serius, tidak ada yang namanya boneka. Kami tidak pernah tidak serius, jadi pemerintah serius, jadi oposisi serius. Jangan anggap enteng,” tegasnya.

Di Pilkada Pacitan, awalnya PDI Perjuangan, Golkar, Gerindra, PAN, dan Hanura, sepakat mengusung Suyatno (pensiunan PNS yang jadi legislator PDI Perjuangan) dan Effendi Budi Wirawan (Ketua Partai Golkar Pacitan) sebagai bakal calon bupati dan wakil bupati.

Di hari terakhir pendaftaran, Selasa (3/8/2015), hanya Suyatno yang hadir di KPU. Sedangkan Effendi tidak datang. (goek)