18 Pendaftar Cawali-cawawali Surabaya lewat PDIP, Awi: Ada 3 Tokoh yang Menonjol

 

SURABAYA – Ada tiga orang dari 18 pendaftar yang dinilai menonjol sebagai bakal calon wali kota dan calon wakil wali kota Surabaya lewat penjaringan PDI Perjuangan.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya Adi Sutarwijono mengatakan, ketiga tokoh tersebut dinilai menonjol dalam pergerakan di masyarakat.

”3 Tokoh yang menonjol itu antara lain Mas Whisnu Sakti Buana yang mendaftar sebagai calon walikota Surabaya, Ibu Dyah Catarina yang mendaftar sebagai calon walikota dan Pak Armuji yang mendaftar sebagai calon wakil walikota,” kata Adi Sutarwijono, Jumat (13/12/2019).

Politisi yang akrab disapa Awi itu menjelaskan, ketiga kandidat itu menonjol dalam pergerakan di masyarakat.

Saat disinggung soal peluang para kandidat mendapatkan rekomendasi dari DPP PDI Perjuangan sebagai kontestan di Pilkada Surabaya 2020, Awi dengan tegas mengatakan kalau itu bukan wewenangnya.

“Saya tidak mengatakan mana yang paling berpeluang atau tidak berpeluang, tapi saya mengatakan itu menonjol yang bergerak ke lapangan bertemu masyarakat, konstituen. Mengampanyekan PDIP dan mengampanyekan dirinya sendiri sebagai bakal calon walikota dan bakal calon wakil walikota,” ujarnya.

Ketua DPRD Surabaya ini juga mengatakan kalau dirinya tidak tahu kapan rekomendasi dari DPP PDIP itu akan diberikan. Karena hal itu merupakan kewenangan dari DPP PDIP.

“Tugas DPC Kota Surabaya domainnya menurut Peraturan PDIP nomor 24/2017 adalah melakukan penjaringan, dan itu sudah kami jalankan sesuai dengan arahan DPD PDIP Jatim dan sudah kami laporkan semua ke DPP. Rekom adalah domain DPP PDIP,” pungkas mantan wartawan ini.

Seperti diketahui PDIP melalukan penjaringan cawali dan cawawali Surabaya pada September 2019. Penjaringan dilakukan oleh DPC PDIP Kota Surabaya untuk kader internal dan DPD PDIP Jatim untuk non kader internal.

Dalam Pilkada Surabaya 2020, PDIP bisa mengusung sendirinya calon tanpa berkoalisi, karena suara kursinya memenuhi ambang batas. Di DPRD Kota Surabaya, PDIP mendapat 15 kursi. Sedangkan batas partai untuk bisa mengusung calon yaitu 10 kursi. (goek)