Senin
20 Juli 2026 | 11 : 44

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Wong 6 Wakili Jatim di Banteng Music Festival Tingkat Nasional

pdip-jatim-salah-satu-peserta-BMF-Jatim
pdip-jatim-salah-satu-peserta-BMF-Jatim
Penampilan salah satu peserta BMF di Grand City

SURABAYA – Grup band “Wong 6” dari Surabaya terpilih sebagai utusan Jawa Timur di ajang Banteng Music Festival (BMF) 2016 tingkat nasional. Final ajang berekspresi bagi anak-anak muda di bidang seni musik itu rencananya digelar di Jakarta awal Juni depan.

Selain Surabaya, grup band asal Situbondo menduduki juara 2, disusul grup band asal Lamongan di posisi ketiga. Sedang grup asal Ponorogo dan Sidoarjo masing-masing di urutan ke-4 dan ke-5.

“Final BMF dijadwalkan digelar 1 Juni 2016 di kantor DPP PDI Perjuangan Lenteng Agung,” ungkap koordinator acara BMF Jawa Timur, Marhaen Djumadi, Senin (23/5/2016).

Menurut Marhaen, BMF yang digelar di Grand City, Minggu (22/5/2016) kemarin, diikuti 24 grup band dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Timur. Acara ini termasuk rangkaian memperingati HUT ke-43 PDI Perjuangan.

Festival seni musik ini, jelas dia, merupakan yang pertama kalinya diadakan PDI Perjuangan mulai tingkat kabupaten/kota, hingga tingkat nasional.

“Festival ini sebagai wujud nyata kepedulian PDIP terhadap anak muda yang senang beraktivitas dan berekspresi di bidang seni musik, sekaligus untuk membangun semangat nasionalisme anak muda,” papar pria yang juga Wakil Ketua Bidang Komunitas Seni Budaya DPD PDI Perjuangan Jatim ini.

Melalui BMF, pihaknya berharap rasa cinta tanah air dan punya jiwa nasionalisme bisa terbentuk di kalangan generasi muda. Karena lagu wajib yang difestivalkan bertema nasionalisme, dan tentunya meningkatkan jiwa seni dan kreativitas di kalangan anak muda.

Lagu wajib yang disiapkan ada empat pilihan, yakni Bung Karno Bapak Bangsa, Gemah Ripah Loh Jinawi, Vivere Pericoloso atau Point of No Return. Sedangkan untuk lagu pilihan boleh berbahasa Indonesia ataupun daerah yang intinya untuk menanamkan nasionalisme bernuansa kerakyatan, kebudayaan dan jiwa patriotisme.

Sehingga tiap peserta BMF membawakan dua lagu, satu wajib dan satu pilihan. “Untuk musik atau genre itu kita bebaskan, terserah mereka,” ujarnya. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Mobil Legends, Nobar Piala Dunia, dan Ekonomi Kreatif Anak Muda Ponorogo

PONOROGO – Antusiasme anak muda mewarnai turnamen Mobile Legends yang digelar di kafe WOW KWB Ponorogo, Minggu ...
KABAR CABANG

PDI Perjuangan Jember Siapkan Kader Muda hingga Gen Z, Panaskan Mesin Partai Menuju Pemilu 2029

DPC PDI Perjuangan Jember memperkuat kepengurusan ranting di Sumbersari, Sukowono, dan Ajung dengan merekrut kader ...
KRONIK

Nobar Final Piala Dunia, Bupati Bangkalan Berbaur dengan Masyarakat

BANGKALAN – Suasana penuh semangat dan kebersamaan mewarnai Pendopo Agung Bangkalan saat ratusan masyarakat dari ...
RUANG MERAH

Tak Ada Tarian Tango di Grahadi

Oleh Diana Sasa* RENCANA saya sederhana: nobar di warkop. Di Magetan. Bareng warga. Gagal. Senin pagi ini ada ...
SEMENTARA ITU...

Novita Hardini: Nobar Final Piala Dunia 2026 Jadi Penggerak UMKM Trenggalek

Novita Hardini menilai nobar final Piala Dunia 2026 di Pasar Pon Trenggalek tidak hanya menjadi hiburan masyarakat, ...
KRONIK

Diana Sasa Jagokan Argentina Juara Piala Dunia 2026, Prediksi Tekuk Spanyol 2-1

Diana Sasa memprediksi Argentina mengalahkan Spanyol 2-1 pada final Piala Dunia 2026. Menurutnya, pengalaman dan ...