oleh

Wilayah Sungai Brantas dan Bengawan Solo Memprihatinkan

pdip-jatim-sri-untari-fpdipSURABAYA – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur menilai, keberadaan peraturan daerah (perda) tentang pengaturan pengelolaan wilayah sungai sangat urgent. Sebab, provinsi ini memiliki banyak sungai besar yang mengaliri hampir semua wilayah kabupaten/kota.

“Kita perlu regulasi agar tidak terjadi pembiaran terjadinya pencemaran, eksploitasi berlebihan, dan perusakan lahan konservasi,“ kata Ketua Fraksi PDI Perjuangan Dra Sri Untari Bisowarno MPA, usai rapat pleno di Gedung DPRD Jatim, Senin (13/6/2016).

Fraksi PDIP, kata Untari, menyambut baik perda inisiatif dewan tersebut, karena bertujuan untuk memperbaiki kondisi wilayah sungai di Jawa Timur. Jatim, sebutnya, memiliki 7 wilayah sungai, yakni Bengawan Solo dengan wilayah sungai meliputi Kab. Ngawi, Kab. Bojonegoro, Kab. Tuban, Kab. Lamongan dan Kab. Gresik.

Kemudian ada wilayah Kali Brantas yang meliputi Kabupaten/Kota Malang, Kab. Blitar, Kab. Kediri, Kab. Nganjuk, Kab. Jombang, Kab. Mojokerto, Kab Sidoarjo dan Kota Surabaya.

Sementara itu, lanjut Sri Untari, Lima wilayah sungai lainnnya Kali Welang-Rejoso, Kali Bondoyudo-Bedadung, Kali Pekalen-Sampean, Kali Baru-Bajulmati, serta kali di Kepulauan Madura.

“Dari ke tujuh wilayah sungai itu, yang memprihatinkan adalah wilayah Bengawan Solo dan Kali Brantas,“ jelas dia.

Padahal wilayah ini adalah daerahyang memiliki pengaruh besar bagi pembangunan Jatim. Wilayah Bengawan Solo mengalami banyak masalah, mulai dari lahan kritis yang memprihatinkan, penambangan pasir liar hingga pencemaran sungai yang makin meluas.

Demikian halnya dengan wilayah Sungai Brantas, juga dirundung berbagai masalah.  “Luas lahan kritis pada wilayah sungai Brantas di kawasan hutan sudah mencapai 2.692.892 hektar. Jumlah sumber mata air pun kini makin berkurang,“ tambah legislator yang juga Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur ini.

Menurut Sri Untari, keberadaan raperda ini juga mendapatkan momentum karena sebentar lagi Jawa Timur akan menjadi tuan rumah bagi penyelenggaraan Kongres Sungai Indonesia (KSI) ke-2. KSI ke-2 akan dipusatkan di Bendungan Selorejo, Malang pada 20-24 Agustus 2016.

KSI adalah upaya besar bersama untuk memulihkan kembali kesejahteraan alam dan sungai. “Kongres Sungai Indonesia juga sebagai upaya revolusi mental untuk mengubah cara berpikir kita yang selama ini sering mengesampingkan sungai sehingga membiarkan terjadinya pencemaran, eksploitasi berlebihan, dan perusakan lahan konservasi,“ pungkasnya. (guh)