Sabtu
07 Maret 2026 | 1 : 36

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Whisnu Berharap Tak Ada Lagi ‘Dagelan’ Saat Penetapan Rasiyo-Lucy

SAMSUNG CAMERA PICTURES
SAMSUNG CAMERA PICTURES
SAMSUNG CAMERA PICTURES
Bakal Cawawali Whisnu Sakti Buana saat ngobrol santi dengan wartawan Surabaya, Senin (21/9/2015).

SURABAYA – Bakal calon wali kota-calon wakil wali kota Tri Rismaharini-Whisnu Sakti Buana berharap jago Partai Demokrat dan PAN, yakni Rasiyo-Lucy memenuhi syarat (MS) sebagai pasangan calon dalam Pilkada Surabaya 2015. Pasangan yang diusung PDI Perjuangan itu tidak mau proses demokrasi lima tahunan itu kembali diwarnai ‘dagelan’ politik.

“Kita hanya bisa berdoa saja. Semoga MS (memenuhi syarat),” kata Whisnu Sakti Buana, Senin (21/9/2015), menyikapi rencana penetapan pasangan Rasiyo-Lucy oleh KPU Surabaya pada 24 September depan.

Baca: “KPU Surabaya Rusak Proses Demokrasi”

Seperti diketahui, dua kali pasangan calon Demokrat-PAN dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS) oleh KPU Surabaya. Penyebabnya, saat penetapan pertama, bakal cawawali-nya ‘menghilang’ setelah minta izin ke toilet. Sedang pada penetapan kedua, beras persyaratan bakal cawawali dinyatakan tidak lengkap.

Baca juga: Jika Pilkada Ditunda, PDI Perjuangan Surabaya Tempuh Jalur Hukum

Meski pasangan Rasiyo-Lucy nantinya MS dan bisa berlaga di Pilkada 2015, lanjut Whisnu, pihaknya tidak khawatir dalam hal raihan suara dengan pasangan Rasiyo-Lucy. Meski optimistis bisa memenangkan Pilkada Surabaya, tambah Whisnu, pasangan Rasiyo-Lucy bukan lawan yang enteng.

“Kami tidak melihat sebagai ancaman, namun juga tidak meremehkan. Kami melihat sebagai partnership dalam membangun demokrasi. Apapun hasilnya, kita serahkan kepada Tuhan dan rakyat Surabaya,” ucap Whisnu.

Dia optimistis bisa mendulang dukungan masyarakat, melalui kerjasama yang baik dengan Tri Rismaharini, meski sempat diisukan tak sejalan dengan wali kota perempuan pertama di Surabaya itu. “Faktanya ndak begitu. Itu bagian strategi saja,” jelasnya.

Whisnu menegaskan, Risma merupakan kader PDI Perjuangan yang selama ini ditugaskan di lingkungan birokrasi. Sedang Whisnu kebagian menangani urusan politik.

Strategi tersebut, imbuhnya, terbukti sangat ampuh. “Hasilnya seperti yang Anda lihat sekarang, kami dan beliau harmonis. Saya sudah menganggap beliau seperti orang tua sendiri,” tuturnya.

Pria yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya ini mengaku banyak belajar dari Risma dalam masalah pemerintahan. Menurutnya, masih banyak yang bisa dikembangkan untuk memajukan Kota Pahlawan. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Reses, Khairul Anam Tampung Aspirasi Warga Kraksaan soal Infrastruktur dan Kesejahteraan

KABUPATEN PROBOLINGGO – Anggota DPRD Kabupaten Probolinggo, Khoirul Anam menggelar pertemuan dengan warga Kraksaan, ...
LEGISLATIF

Reses DPRD Madiun Soroti Fasilitas Kelas 1 SD dan Jalan Lingkungan Warga

MADIUN – Kebutuhan peningkatan fasilitas pendidikan dasar, khususnya untuk menunjang kegiatan belajar mengajar di ...
LEGISLATIF

Diduga Langgar SE Wali Kota, Didik Beldex Minta Hiburan Malam di Suramadu Ditertibkan

SURABAYA – Dugaan masih beroperasinya warung remang-remang dan house musik di kawasan pesisir sekitar Jembatan ...
KABAR CABANG

Rumah Warga Tertimpa Pohon, PDIP Kabupaten Blitar Salurkan Bantuan dan Ingatkan Antisipasi

BLITAR – Siang itu suasana di sejumlah desa di Kecamatan Sanankulon masih menyisakan bekas kepanikan. Atap rumah ...
KABAR CABANG

Ramadan Penuh Berkah, PDIP Kabupaten Mojokerto Berbagi 500 Paket Sembako untuk Wong Cilik

MOJOKERTO – Semangat berbagi di bulan suci Ramadan terasa di halaman Kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Mojokerto, ...
LEGISLATIF

Komisi E DPRD Jatim Awasi Ketat Kinerja Satgas THR, Pastikan Hak Buruh Tak Diabaikan

SURABAYA – DPRD Jawa Timur memastikan akan mengawasi secara ketat kinerja Satuan Tugas (Satgas) Pengawasan ...