Selasa
26 Mei 2026 | 4 : 43

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Wawali Batu: Tak Ada Alasan Sekolah Menarik Biaya Lagi

pdip-jatim-punjul-wawali-batu

KOTA BATU – Wakil Wali Kota Batu Punjul Santoso mengingatkan pihak sekolah, agar tidak lagi menarik biaya ke siswa.

Hal itu dia sampaikan, khususnya ke SMA/SMK yang saat ini pengelolaannya sudah diambil alih Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Meski diambil alih, jelas Punjul, Pemkot Batu tetap memberikan subsidi ke siswa. Kebijakan ini, sebutnya, sesuai Permendagri nomor 1009 tahun 2017 yang menyatakan pemerintah daerah dapat mengalokasikan anggaran untuk pendidikan.

Subsidi ke siswa, terang Punjul, jumlahnya lebih dari pagu standar Pemprov Jatim. “Tidak ada alasan sekolah menarik biaya lagi,” kata Punjul, kemarin.

Pagu untuk siswa SMA sebesar Rp110 ribu dan SMK Rp145 ribu per bulan. Sedangkan Pemkot Batu mensubsidi siswa SMA Rp120 ribu per siswa/bulan, dan Rp225 ribu untuk siswa SMK tiap bulannya.

Imbauan tersebut, ungkap Punjul, sudah disampaikan ke Kepala Cabang Dinas Pendidikan Malang Raya. Selanjutnya, diteruskan ke setiap sekolah di Kota Batu.

“Jika ditemukan ada tarikan. Pertama diberi pembinaan sebelum langkah selanjutnya menarik subsidi, tapi kami harapkan hal itu tidak terjadi,” jelas kader PDI Perjuangan ini

Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu Mistin mengatakan, total bantuan operasional sekolah daerah (Bosda) tahun 2017 mencapai sekitar Rp 40 miliar. Tahap awal dicairkan sebesar Rp 20 miliar untuk enam bulan ke depan.

Penyampaian bosda dilakukan serentak untuk TK, SD, MI, SMP, MTS, SMA, MA, SMK. Dengan demikian dana bosda secepatnya bisa digunakan sebagai penunjang biaya operasional di masing-masing sekolah se-Kota Batu.

“Dana bosda itu merupakan komitmen dari Bapak Wali Kota (Eddy Rumpoko) untuk menggratiskan biaya pendidikan di Kota Batu, makanya tetap direalisasi hingga kini,” kata Mistin, beberapa waktu lalu.

Untuk jumlah siswa SMA dan SMK di Kota Batu, tambah Mistin, saat ini jumlahnya mencapai 9.903 siswa. Untuk siswa SMA jumlahnya mencapai 5.000 siswa, dan siswa SMK mencapai 4.903.

Para siswa SMA setiap bulan mendapatkan dana bosda sebesar Rp 120 ribu atau total mencapai Rp 1,440 juta setahun. Dan untuk siswa SMK dana bpsda sebesar Rp 225 ribu per siswa per bulan atau mencapai Rp 2,7 juta per tahun per siswa.

“Tetap diberikannya dana BOSDA bagi siswa sekolah SMA dan SMK atau tingkatan di bawahnya itu tidak lain sebagai upaya Pemkot Batu agar semua anak di Kota Batu bisa sekolah,” tutur Mistin. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

KABAR CABANG

Said Abdullah Salurkan 298 Ekor Sapi Kurban di Madura, Sasar Pesantren hingga Musala

SUMENEP – Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Said Abdullah, bersama Yayasan Fathimah Binti Said Gauzan ...
KABAR CABANG

DPC Bojonegoro Bersinergi dengan Pesantren, Salurkan Daging Kurban 6 Sapi untuk Santri dan Warga

BOJONEGORO – Dewan Pimpinan Cabang PDI Perjuangan Bojonegoro bersinergi dengan sejumlah pondok pesantren dalam ...
LEGISLATIF

Diana Sasa: Putusan MK Soal Kuota Perempuan Jadi Peringatan Keras bagi Parpol

Anggota DPRD Jatim Diana Sasa menilai putusan MK soal kuota 30 persen perempuan menjadi peringatan keras agar ...
LEGISLATIF

Doding Persilakan Mahasiswa Kritik Kebijakan Pemkab Trenggalek yang Dinilai Kurang Tepat

Ketua DPRD Trenggalek Doding Rahmadi meminta mahasiswa tidak ragu mengkritik kebijakan pemerintah yang dinilai ...
SUARA MUDA

Dari Dapur ke Digital: Kisah Perempuan Muda Bondowoso Menemukan Suara Politik di Bawah Payung PDIP

Kisah inspiratif generasi-Z Bondowoso yang ditempa politik lewat pendekatan personal Shanti, istri Ketua DPC PDIP ...
KRONIK

Ponpes Darul Falah Balongbendo Sidoarjo Terima Hewan Kurban dari DPD Jatim, Siap Distribusikan Daging ke Warga

SIDOARJO – Pondok Pesantren Darul Falah Desa Kemangsen Kecamatan Balongbendo menerima penyerahan hewan kurban dari ...