Selasa
21 April 2026 | 3 : 57

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Warga Tuntut Pilkada Surabaya Tetap Digelar 2015

pdip jatim - demo depan kpu sby

pdip jatim - demo depan kpu sbySURABAYA – Keputusan kontroversial KPU yang menyatakan pasangan Rasiyo-Abror tidak memenuhi syarat (TMS) pencalonan, dan membuka kembali pendaftaran calon kepala daerah/wakil kepala daerah Kota Surabaya menuai ketidakpuasan warga.

Sedikitnya 5.000 warga tergabung dalam Gerakan Warga Surabaya Menggugat menggeruduk kantor KPU Kota Surabaya, di Jalan Adityawarman, Kamis (3/9/2015) siang. Mereka menuntut penyelenggara pemilu tersebut agar menjalankan aturan sesuai mekanisme, sehingga Pilkada Surabaya bisa digelar Desember 2015.

Massa menuding KPU tidak konsisten dan tidak punya pendirian dalam mengemban tugas untuk pelaksanaan pilkada di Surabaya. “KPU Surabaya jangan bermain-main. Kalau tidak dilaksanakan tahun ini, akan menambah beban biaya yang dikeluarkan negara semakin tinggi,” kata Aldi Karmailis, koordinator unjuk rasa.

Aldi mencurigai sikap tak konsisten KPU itu karena tekanan politik tertentu. Dia bahkan mencurigai ada praktik politik uang di balik keputusan tersebut.

“Juga ada isu yang berkembang saat ini. Rekom Abror yang hilang, ada unsur kesengajaan untuk mengganjal Pilkada tidak terselenggara di tahun 2015 ini,” ujarnya.

Aksi massa Gerakan Warga Surabaya Menggugat dijaga ketat ribuan aparat Polrestabes Surabaya dibantu petugas Linmas dan Satpol PP Kota Surabaya. Di antara pengunjuk rasa ada yang membentangkan spanduk dan poster bertuliskan “Bubarkan KPU”, “Pilkada Surabaya 2015 harga mati”, “KPU begal pilkada” dan lainnya. Ada juga yang mengusung keranda mayat.

Salah satu korlap aksi, Sukadar, dalam orasinya mengatakan, KPU Surabaya telah melanggar mekanisme pelaksanaan pilkada yang telah ditetapkan sendiri. Dibukanya kembali pendaftaran calon yang sampai tiga kali ini, sebut Sukadar, menunjukkan KPU Surabaya tidak melaksanakan prosedur yang benar.

Menurutnya, hal itu mengindikasikan KPU Surabaya telah dipengaruhi pihak-pihak lain agar pilkada gagal digelar pada 2015. “Ini sama saja, KPU melakukan upaya pembegalan terhadap pilkada,” kata Sukadar.

Soal rekomendasi dari DPP PAN untuk bakal Cawawali Surabaya Dhimam Abror hanya berupa scan, kata Sukadar, seharusnya KPU menolaknya sejak awal. Tapi yang terjadi, tambah dia, hal itu dijadikan alasan memutuskan Abror TMS pada detik-detik terakhir.

Sementara itu, petugas kepolisan memasang kawat berduri sebagai bentuk pengamanan di sepanjang kantor KPU Surabaya. Jalan Adityawarman di depan KPU Surabaya arah Jl. Mayjend Sungkono ditutup total mengingat banyaknya massa aksi. (goek/*)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Erma Susanti Dorong UMKM Perikanan Terintegrasi, Tak Cukup Produksi Saja

Erma Susanti dorong UMKM perikanan Blitar terintegrasi dari produksi hingga pasar, manfaatkan peluang program MBG. ...
KABAR CABANG

Gus Ipin Minta PAC PDIP Trenggalek Turun Langsung Atasi Kemiskinan

Gus Ipin menegaskan PAC PDIP Trenggalek harus menjadi pelayan masyarakat, fokus pada penanggulangan kemiskinan dan ...
HEADLINE

Hari Kartini 2026, Megawati Tegaskan Perempuan Jadi Cahaya Peradaban

Megawati Soekarnoputri menegaskan perempuan sebagai cahaya peradaban bangsa dalam peringatan Hari Kartini 2026. ...
PEREMPUAN

Puan Maharani: Perempuan Indonesia Harus Ikut Rancang Ruang Pengambilan Keputusan

Puan Maharani menegaskan perempuan harus ikut merancang ruang pengambilan keputusan agar perspektif perempuan hadir ...
KABAR CABANG

PDIP Kabupaten Madiun Gembleng Kader Muda di Sekolah Politik, Siapkan Mesin 2029

PDIP Kabupaten Madiun akan menggembleng kader muda melalui sekolah politik sebagai strategi menghadapi Pemilu 2029 ...
KRONIK

Indi Naidha Tekankan Akses Kerja dan Beasiswa bagi Disabilitas Jember 

Indi Naidha menegaskan pemerintah wajib memberdayakan penyandang disabilitas dan mendorong implementasi Perda ...