oleh

Warga Tosaren Kota Kediri Bertekad Mewujudkan Ketahanan Pangan Sayur

KEDIRI – Setelah kunjungan Tim SMP Pawyatan Daha 1Kota Kediri ke Kelurahan Tamanan Tulungagung seminggu sebelumnya (1/12/18) makapada Hari Senin (10/12/18) mereka menyelenggarakan pelatihan hidroponik diKelurahan Tosaren di Kota Kediri. Kegiatan diikuti oleh 100 orang terdiri dariperwakilan seluruh RW di kelurahan tersebut.

Pelatihan yang didukung oleh Bank Indonesia Perwakilan Kediri tersebut bertujuan untuk mengembangkan kawasan kelurahan yang bisa memproduksi sayuran secara mandiri selain tentu saja, untuk menciptakan iklim yang sejuk akibat penghijauan di wilayah tersebut.

Upaya ini merupakan respon terhadap data yang menunjukkan komoditi sayuran merupakan faktor inflasi tertinggi di Kota Kediri.

Ari Cahyono, aktivis Lingkungan Hijau Indonesia (LHI) Kediri menyambut gembira kegiatan yang diinisiasi Eva Sundari, anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Dapil Kediri tersebut.

“Ini sejalan dengan misi kami, bukan saja menyelamatkan lingkungan tetapi bisa sekaligus memenuhi kebutuhan praktis keluarga yaitu pangan,” sambut Ari dengan bersemangat.

Eva Sundari, dalam sambutannya menjelaskan bahwa kegiatan yang dimulai sejak Februari 2018 telah mendapat sambutan positif.

Setidaknya sudah ada 1.000 alumni pelatihan sejenis dansekarang masuk tahapan ke pengembangan kawasan-kawasan hijau sesuai keaktifanpara alumni yang mampu dan merencanakan menjadi penggerak perubahan dilingkungan mereka.

Bertindak sebagai narasumber pada kesempatan tersebut Bambang Irianto, pemenang Kalpataru Kategori Pembina 2018, Wahyudi Ketua Koperasi Hidroponik Tulungagung dan Kanti Rahayu, penggerak ketahanan pangan Kelurahan Tamanan Tulungagung.

Pada kesempatan tersebut, Wahyudi menyerahkan bingkisan berupa produk-produk akhir olahan sayur hidroponik kepada Eva Sundari berupa nuget, brownis, snack.

Eva Sundari menyambut gembira, “Saya menjadi saksi transformasi yang digulirkan mas Yudi. Kelembagaan, dari Komunitas ke KUBE lalu menjadi Koperasi. Produknya dari jualan sayur sekarang menjual bahan jadi olahan sayur hidroponiknya. Transformasi sukses karena upaya melipatgandakan nilai tambah terbukti,” ujarnya.

Peserta semakin antusias ketika mendengar kesaksian Kanti Rahayu bahwa hidroponik menjadi pendorong perbaikan kesejahteraan keluarga, pemersatu dan memacu gerakan gotong royong untuk mewujudkan agenda-agenda warga Kelurahan Tamanan. Misalnya, tanggal 13 malam warga Tosaren melakukan satu pertemuan RW untuk melakukan penyegaran dan mendiskusikan tindak lanjut pelatihan. (guh)