Rabu
04 November 2026 | 12 : 04

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Warga Surabaya Panen Cabai Urban Farming

pdip-jatim-risma-panen-cabe

SURABAYA – Pemkot Surabaya punya ikhtiar kuat untuk memajukan potensi pertanian, meski menyandang predikat sebagai kota perdagangan dan jasa. Potensi itu dimunculkan melalui program urban farming.

Masyarakat kota didorong untuk mengoptimalkan keterbatasan lahan dengan menanam beragam tanaman yang bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari.

Wali Kota Tri RIsmaharini mengatakan, terkadang warga kurang bersyukur karena menelantarkan lahan yang dimiliki. Padahal, meski punya lahan sempit, selama bisa dioptimalkan tentu akan menghasilkan.

“Tuhan telah memberi negara kita iklim yang memungkinkan untuk mudah menanam apa saja. Dan bertanam ini salah satu bentuk syukur,” ujar Tri Rismaharini di sela kegiatan panen cabai urban farming di wilayah Kedung Baruk, Kecamatan Rungkut, kemarin.

Lingkungan RW 07 Kedung Baruk menjadi salah satu wilayah di Surabaya yang telah berhasil menghasilkan cabai dari pertanian urban farming. Selain Kelurahan Kedung Baruk, wilayah lainnya yang juga berhasil menghasilkan cabai urban farming adalah Kelurahan Semolowaru, dan Kelurahan Ujung.

Menurut Risma, menanam cabai di pekarangan rumah ataupun lahan kosong di lingkungan RW, punya banyak manfaat. Selain manfaat ekonomis, aktivitas menanam dan merawat tanaman juga menyehatkan karena dibarengi dengan menyiram di pagi hari yang ibarat “berolahraga”.

“Harga cabai mahal seperti beberapa waktu lalu, seharusnya tidak perlu terjadi bila kita mau menanam cabai sendiri. Kita harus bisa memenuhi kebutuhan sendiri,” katanya.

Selain panen cabai urban farming, acara tersebut juga diramaikan dengan bazar UKM Kecamatan Rungkut dan juga koperasi toko kelontong. Risma juga menyerahkan piala kepada tiga kecamatan pengelola bibit cabai terbaik, yakni Kecamatan Rungkut, Kecamatan Sukolilo dan Kecamatan Semampir.

Ketua RW 07 Kelurahan Kedungbaruk, Bramasta, mengatakan, warganya giat menanam cabai setelah dipasok ratusan bibit oleh pemkot. Menurutnya, ada 350 bibit yang diberikan ketika program Surabaya Pedas digulirkan pada Mei lalu.

Setelah lima bulan, cabai yang ditanam di kebun lombok RW 07 itu telah terlihat hasilnya. “Ini semua berkat kesatuan warga yang bahu membahu menanam dan merawat. Kami punya jadwal piket untuk perawatan dan pengamanan,” tuturnya. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Pasuruan Sorot RAPBD 2027, dari Rencana Hutang hingga Turunnya Anggaran Pendidikan

KABUPATEN PASURUAN – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Pasuruan menyoroti sejumlah persoalan dalam Rancangan ...
KRONIK

11 Mahasiswa Unesa Maospati Jadi Korban Pelecehan Nonfisik, Polisi Diminta Bertindak

MAGETAN – Kasus pelecehan seksual nonfisik seperti catcalling dan pengintaian membayangi para mahasiswa Universitas ...
LEGISLATIF

Puan Maharani Ingatkan Ancaman Algoritma terhadap Demokrasi, Siapa yang Mengendalikan Data?

JAKARTA – Ketua DPR RI Puan Maharani mengingatkan transformasi digital membawa tantangan baru bagi demokrasi. ...
SEMENTARA ITU...

Punjul Santoso Inisiasi Teba Modern di Kota Batu, Sampah Organik Diolah Jadi Kompos

BATU – Sampah organik rumah tangga di Kota Batu didorong untuk diolah langsung dari lingkungan permukiman agar ...
EKSEKUTIF

Cegah Banjir Musim Hujan, Mas Ipin Siapkan Normalisasi Sungai Ngasinan Trenggalek

TRENGGALEK – Pemkab Trenggalek menyiapkan normalisasi Sungai Ngasinan di Kelurahan Kelutan, Kecamatan Trenggalek, ...
KRONIK

Bupati Fauzi Raih Cita Negeri 2026: Penghargaan Ini Milik Seluruh Masyarakat Sumenep

JAKARTA – Bupati Sumenep, Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, meraih Anugerah Cita Negeri 2026 yang diselenggarakan ...