oleh

Wabup Sumenep: Setiap Kritik Harus Memunculkan Solusi

SUMENEP – Wakil Bupati Sumenep Achmad Fauzi menegaskan, pemerintah daerah membutuhkan sinergi wartawan dalam proses pembangunan daerah, dengan tetap bersikap objektif dan profesional.

Menurut Fauzi, sinergi tersebut bukan berarti tak ada karya jurnalistik yang mengritik pemerintah daerah. “Tapi setiap kritik itu semestinya juga harus memunculkan solusi,” katanya, Rabu (8/2/2017).

Pria yang juga Ketua Dewan Pertimbangan Cabang PDI Perjuangan Kabupaten Sumenep ini menjelaskan, karya jurnalisatik yang dihasilkan wartawan bisa menggiring sekaligus menciptakan opini publik terhadap objek tertentu.

Dalam konteks itu, jelas dia, wartawan dan karya jurnalistik bisa dan berpotensi menumbuhkembangkan dan membangkitkan semangat dan kepedulian warga untuk membangun daerahnya.

“Sekali lagi, kalau ada yang perlu diingatkan, silakan diingatkan. Namun, kami pun berharap wartawan ikut mengambil peran dalam menggugah kesadaran warga dalam membangun daerahnya supaya lebih baik pada masa mendatang,” ujarnya.

Dia menilai, wartawan merupakan sosok yang harus mampu bersikap independen dalam menghasilkan karya jurnalistik.

Independensi itu yang dinilainya akan membuat wartawan atau jurnalis selalu berada di posisi netral dalam melihat kemungkinan adanya potret buram pembangunan daerah maupun pemerintah daerahnya.

Sikap netral tersebut yang juga akan membuat karya jurnalistik dari wartawan benar-benar jernih atau bebas dari kepentingan tertentu di luar kebenaran sebuah fakta.

Pihaknya menyilakan wartawan menyoroti pemerintah daerah, jika memang ada yang harus disoroti. “Namun, jangan sampai tendensius dan dibuat umum seolah-olah kami tidak bekerja untuk kepentingan publik,” tuturnya. (goek/*)