oleh

Wabup Marhaen Kunjungi Warganya yang Sudah 3 Bulan Lumpuh

NGANJUK – Wakil Bupati Nganjuk Dr. Drs. Marhaen Djumadi, SE. SH. MM. MBA bergerak cepat begitu mendengar laporan ada warganya yang kurang mampu untuk berobat dan memerlukan perawatan medis.

Bersama tim medis, Marhaen kemarin mengunjungi Wiji, warga Dusun Jegong, Desa Wilangan Kecamatan Wilangan yang mengalami kelumpuhan.

Wiji mengalami kelumpuhan sejak tiga bulan setelah digigit ular. Saat ini, dia tidak bisa berjalan dan hanya berbaring saja. Setiap harinya ia menggantungkan nasibnya dari bantuan warga sekitar karena kedua anaknya merantau di Malaysia dan kerabatnya di Kalimantan.

Menurut keterangan Sumijan, perangkat desa setempat, setiap hari warga sekitar yang mengurus Wiji. Sumijan menyayangkan berita yang menyebutkan warga sekitar tidak memperhatikan Wiji, dan Wiji makan nasi basi serta rumahnya akan roboh. Menurutnya, kabar itu tidak benar.

Dalam kunjungannya, Wabup Marhaen mengatakan, bahwa masyarakat, perangkat desa, petugas puskesmas sudah memberi perhatian kepada Wiji. Juga ada aktifis dari Nganjuk yang bernama Wapri (Wajah Pribumi) sudah merawat Wiji sejak Oktober lalu.

“Pak Wiji sudah kami evaluasi ke RSUD Nganjuk untuk dirawat dan perbaikan gizi. Di Kecamatan Wilangan saja dari penjelasan kepala desa, ada ribuan orang yang kondisinya seperti ini,” kata Marhaen.

Menurut wabup yang juga Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur ini, istri Wiji sudah meninggal dunia. Sedang dua orang anak perempuannya sekarang tinggal di Malaysia. Namun Wiji tidak mengetahui dengan jelas domisili anaknya.

“Jadi kami kesulitan untuk menghubungi pihak keluarganya. Beliau sudah setahun disini dan sudah mendapatkan KTP Nganjuk 5 bulan yang lalu sebelum beliau tinggal di Sumatera,” jelas Marhaen.

Saat ditanya apa yang dirasakan di tubuhnya, menurut Marhaen, Wiji hanya merasakan linu-linu di kaki.

“Petugas Puskesmas bilang Pak Wiji hanya kekurangan nutrisi, asupan gizi yang bagus. Harapan kami semoga Pak Wiji kembali sehat bisa beraktifitas dan akan kami kirim ke panti dan beliau juga sudah bersedia,” ujar Marhaen. (endik)