Viral di Medsos, Banteng Kota Batu Bela Ibu Rumah Tangga yang Terjerat Bank Titil

Loading

BATU – Ketua Komisi C DPRD Kota Batu yang juga Politisi PDI Perjuangan, Khamim Tohari menjadi perbincangan hangat warga Desa Punten, Kota Batu setelah beredar videonya membela warga yang mendapatkan teror dari rentenir atau lebih sering disebut “bank titil”.

“Ini bank titil yang memeras warga Kota Batu. Bunganya 25 persen. Saya sebagai anggota DPRD Kota Batu enggak terima. Warga Kota Batu dicekik lehernya oleh oknum-oknum seperti ini,” ucap Khamim Tohari dikutip dari videonya, Kamis (26/1/2023).

Menurutnya, dia langsung terjun ke lokasi rumah korban begitu dilapori warga. Usai berbincang, Khamim tetap merasa perjanjian utang itu tidak fair karena memungut bunga yang tidak wajar.

Belajar dari kejadian ini, dia berharap agar Pemkot Batu juga punya andil dalam menyejahterakan warganya. Dengan begitu, mereka tidak sampai terjerat utang piutang, apalagi sampai berutang pada bank titil.

“Ini juga baru tahu saya kalau bank titil ini rajin keliling ke komunitas ibu-ibu dan menawarkan utang kepada ibu-ibu yang dililit kebutuhan sehari-hari,” jelasnya.

Selain itu Khamim juga berharap agar warga lain yang merasa menjadi korban bank titil untuk segera melaporkan kepada dirinya jika mengalami perlakuan tidak baik. Apalagi sampai menyalahi aturan.

Menurutnya, keberadaan bank titil bukan menguatkan perekonomian masyarakat, justru sebaliknya telah berperan dalam membuat perekonomian rumah tangga para korban hancur.

“Saya minta Diskoperindag juga memastikan agar tidak ada koperasi yang menyaru bank titil di Kota Batu. Selain itu edukasi kepada masyarakat agar tidak terjebak utang pada bank titil juga harus digaungkan,” tandas Khamim.

Dilaporkan, bahwa korban bank titil itu adalah seorang ibu rumah tangga warga Dusun Gempol, Desa Punten, Kecamatan Bumiaji. Dia mengaku terpaksa berutang untuk menghidupi perekonomian keluarga kecilnya.

“Saya utang itu untuk modal jualan. Tapi jualan buah saya sedang sepi sejak pandemi dan akhirnya nunggak dan diteror terus menerus,” ujarnya. (ace/pr)