Vespa World Day 2022, Mas Dhito Punya Kenangan Tak Terlupakan

Loading

KEDIRI – Vespa World Day 2022 yang digelar di Nusa Dua Bali pada 9-12 Juni ini memunculkan kenangan tak terlupakan bagi Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramono, yang juga penggemar berat kuda besi asal Italia tersebut.

Tidak semua orang tahu memang, di balik rutinitasnya menjalankan tugas sebagai bupati, Hanindhito penghobi Vespa sudah lama.

Ada sepenggal cerita yang masih diingat bupati berusia 29 tahun ini hingga sekarang, ketika dirinya masih pacaran dengan perempuan yang sekarang menjadi istrinya, Eriani Annisa.

Menurut Mas Dhito, sapaan akrabnya, pernah suatu ketika saat bepergian naik Vespa dengan Eriani Annisa, tiba-tiba Vespa yang dia tumpangi mogok di tengah perjalanan.

Sang pacar waktu itu diminta menunggu di lokasi mogok, dan Mas Dhito mencari bengkel untuk menghidupkan Vespanya.

“Saya ingat dalam memori saya, waktu itu pacar saya tinggal, saking cintanya sama Vespa, saya benerin Vespanya. Begitu selesai servis langsung pergi, dan saat itu saya lupa boncengin pacar,” cerita Mas Dhito, di Kediri, sambil tertawa kecil, Jumat (10/6/2022).

Vespa Sprint tahun 77 dan Corsa diakui menjadi tunggangannya pertama kali, semenjak duduk di bangku SMA.

Hobinya menunggangi kuda besi dari Italia itu semakin menjadi ketika duduk di bangku kuliah.
Layaknya anak Vespa pada umumnya, sewaktu kuliah di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Mas Dhito suka melakukan touring ke luar kota.

Waktu itu, Vespa Sprint masih menjadi andalannya. Sebagai anak muda, Mas Dhito pernah mencoba menjajal seberapa kuat dirinya bertahan di jalanan termasuk vespa tungganggannya itu.

“Saya pernah sendirian naik Vespa dari Yogya sampai Lombok, itu cara saya untuk healing waktu itu,” sebut bupati kader PDI Perjuangan ini.

Hobinya naik vespa tak ditinggalkan meski kini sudah menjabat sebagai bupati. Vespa New PX warna merah yang kini menjadi tunggangannya sesekali digunakan untuk berangkat kerja.

Vespa itu pula yang digunakan saat berkampanye dan mengantarkannya menjadi bupati tahun 2021 lalu.

“Anak Vespa pasti tahu, nikmatnya naik Vespa itu tidak bisa dibeli dengan uang, itu satu hal yang kita memang menikmati mulai mendengarkan perputaran mesinnya, waktu ngerem gimana, handlingnya nyaman atau nggak kan kerasa. Apalagi kalau sudah main Vespa tua,” ujar Mas Dhito.

Bertepatan adanya Vespa World Day 2022 yang digelar di Nusa Dua Bali pada 9-12 Juni, Mas Dhito mengucapkan selamat atas penyelenggaraan event tahunan pecinta Vespa itu.

Momen akbar yang pertama kali diadakan di Indonesia itu menjadi ajang berkumpulnya anak Vespa dari berbagai negara.

Sebagai pecinta Vespa, Mas Dhito berpesan kepada sesama anak Vespa supaya tetap memasang pelat nomor depan.

Dia mengakui semua anak Vespa tidak menginginkan memasang pelat depan karena menghilangkan keindahan Vespa sendiri.

“Ada aturan yang harus dipatuhi. Tolong untuk dipatuhi, pasang pelat nomor,” tuturnya. (putera/pr)