Vaksinasi di Ngawi Capai 85 Persen, Bupati Optimistis Kekebalan Kelompok Sudah Tercipta

Loading

NGAWI – Adanya varian Omicorn, varian baru dari Covid-19 tentu membuat masyarakat was-was. Apalagi, varian ini dikenal cepat menyebar.

Kabar baiknya, varian ini lebih terkendali. Tingkat kematiannya cukup rendah. Hal itu seperti yang dikatakan Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono.

“Menurut pakar epidemiologi, varian Omicorn, tingkat fatallitynya rendah, meskipun penyebarannya cepat,” katanya kepada awak media, Jumat (4/2/2022).

Pun demikian, Bupati Ony meminta agar adanya varian Omicorn ini jangan terlalu dibesar-besarkan. Sehingga hal itu tidak memunculkan kepanikan di masyarakat.

Terlebih, pemerintah juga terus melakukan upaya pencegahan virus Corona ini. Baik berupa memastikan pelaksanaan protokol kesehatan berjalan baik dan vaksinasi yang terus dilakukan.

“Biarkan ini menjadi endemi, bukan lagi pandemi,” ucap bupati yang diusung PDI Perjuangan itu.

Bupati Ony optimistis kekebalan kelompok di masyarakat Ngawi telah terbentuk. Mengingat capaian vaksinasi Covid-19 telah melampaui target. Per tahun ini 85 persen lebih penduduk Ngawi telah mendapatkan suntikan imunisasi anti Corona.

“Secara data, vaksinasi Covid-19 mencapai 70 persen saja, herd imunitas itu telah terbentuk. Baik intervensi ataupun alami. Insya Allah seperti itu,” ujarnya.

Disamping itu, deteksi awal sebaran virus Covid-19 di Kabupaten Ngawi, kata Bupati Ony, juga akan terus digenjot. Kegiatan itu akan dilakukan secara masif.

Sementara, pada sisi kuratif, Bupati Ony menyebut, saat ini sudah lebih siap daripada sebelumnya. Komponen utama, seperti ketersediaan oksigen dan kesiapan kamar rawat pasien Covid-19 sudah lebih baik.

“Lebih siap dari yang dulu. Oksigen generator sudah siap, ruang ICU di rumah sakit juga sudah lebih siap,” paparnya. (mmf/hs)