oleh

Upacara Bendera di Dasar Laut Awali Rakercab PDIP Situbondo

Lima penyelam melakukan upacara bendera di dasar laut Selat Madura, Situbondo. Bendera merah putih dan bendera Partai kemudian diserahkan kepada Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Kusnadi SH, sebagai tanda dimulainya rapat kerja cabang.

ADA yang menarik dalam rapat kerja cabang (rakercab) yang digelar DPC PDI Perjuangan Situbondo di gedung pertemuan lokasi wisata Pantai Pasir Putih, Rabu (23/8/2017) siang. Rapat diawali dengan upacara pengibaran bendera merah putih di dasar laut tak jauh dari tempat acara.

Pelataran gedung pertemuan Pasir Putih penuh sesak dengan kader-kader PDI Perjuangan. Para kader sebagian besar mengenakan baju merah dan hitam khas PDI Perjuangan ini menyaksikan layar lebar yang menampilkan prosesi pengibaran bendera di bawah laut.

Dari layar tampak para penyelam menghormat bendera merah putih di kedalaman 10 meter dan berjarak 1 kilometer dari bibir pantai.

Para penyelam di antaranya Eko Budi Santoso, anggota fraksi PDI Perjuangan DPRD Situbondo dan Bayu, pengurus PAC setempat. Dua orang lainnya simpatisan Partai adalah Farid, Arif, dan Hari.

Dari layar tampak prosesi upacara selesai dikerjakan. Merah putih dan bendera PDI Perjuangan berkibar dibawa berenang ke pantai.

Ujung bendera merah putih tampak menyembul dari permukaan air laut. Lima penyelam yang sudah berada di dasar laut selama 6 jam telah kembali ke pantai.

Di pinggir pantai, penyelam menyerahkan dua bendera tersebut kepada Ketua DPD PDI Perjuangan Jatim Kusnadi SH dan Ketua DPC Situbondo Narwiyoto. Tepuk tangan dan aplaus mengiringi momen tersebut.

Wakil Bendahara DPD Jatim Adelheid Rienny Taufik yang turut mendampingi Kusnadi dalam acara tersebut, tak kuasa menahan rasa harunya. Air matanya meleleh membasahi pipinya.

Dua bendera itu lalu diarak ke gedung pertemuan sekaligus pertanda dimulainya acara. “Upacara bendera sudah biasa. Menyelam juga biasa. Menyelam untuk upacara bendera ini luar biasa,” kata Kusnadi dalam sambutannya membuka acara.

Salah seorang penyelam, Eko Budi Santoso, ditemui di sela-sela acara mengaku tidak ada hambatan berarti dalam upacara bendera di dasar laut. “Hambatan tidak ada. Cuma pegal-pegal sedikit di kaki karena berenang melawan arus,” katanya. (hs)