Untuk Isoman, Pemkab Malang Siapkan Safe House di Tiap Desa

Loading

MALANG – Bupati Malang HM Sanusi mengatakan, pihaknya siap menjalankan rencana pemerintah pusat untuk melakukan perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

“Selama itu perintah pusat maka Kabupaten Malang tidak akan pernah menolak. Kita siap saja melaksanakan perintah pusat,” tegas Sanusi, Sabtu (17/7/2021).

Terlebih, saat ini banyak pasien Covid-19 di sejumlah daerah yang meninggal dunia saat isolasi mandiri (isoman). Hal tersebut menjadi perhatian serius pihaknya, agar di Kabupaten Malang tidak mengalami hal serupa.

Politisi PDI Perjuangan ini menegaskan, melalui PPKM Darurat mobilitas masyarakat di Kabupaten Malang lebih bisa dikontrol. Sehingga angka persebaran kasus Covid-19 di Kabupaten Malang bisa terkontrol.

“PPKM Darurat ini efektif. Masyarakat cuman diminta kesadarannya karena ini demi menyelamatkan nyawa orang lain. Jadi, keselamatan rakyat adalah hukum di atas segalanya,” tandasnya.

Dirinya berencana mengubah seluruh gedung SD dan SMP di Kabupaten Malang menjadi ruang isoman, khususnya sekolah yang berdekatan dengan puskesmas.

Kedepan, 1.162 gedung sekolah yang akan diubah menjadi ruang isoman. Dengan rincian, 97 gedung SMP negeri dan 1.065 gedung SD negeri.

Kemudian Sanusi juga akan minta pemerintah desa untuk memanfaatkan dana desa untuk pengadaan fasilitas safe house di desa-desa. Safe house ini digunakan untuk ruang isolasi pasien Covid-19.

“Semakin hari ini semakin ada penurunan dan mobilitas sudah ada penurunan, kemudian kerumunan juga dilakukan operasi yustisi maupun pembubaran kerumunan, karena dari situ (kerumunan) terjadi penularan,” terang Abah Sanusi.

Sekretaris Daerah Pemerintah Kabupaten Malang, Wahyu Hidayat menambahkan, rencananya safe house yang disiapkan Pemkab akan bisa menampung sekitar 50 hingga 100 pasien Covid-19.

“Harapannya biar bisa lebih fokus dan penanganannya juga cepat. Kalau petugas (Satgas Covid-19) nya harus keliling ke desa-desa, mungkin terkendala jarak yang terlalu jauh. Kalau begini (safe house) kan bisa lebih fokus harapannya. Karena safe house ini juga disiapkan untuk pasien Covid-19 menengah dan ringan,” imbuh Wahyu Hidayat. (ace/pr)