Untari Beber Tiga Langkah Agar Kopwan Tak Tergilas Zaman

Loading

MALANG – Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Jawa Timur Sri Untari Bisowarno mengajak seluruh insan koperasi wanita (Kopwan) di Malang Raya untuk bisa beradaptasi menghadapi dinamika zaman.

“Rakernas Dekopin (Dewan Koperasi Indonesia) menghasilkan keputusan, bahwa Koperasi Indonesia harus bergerak sesuai tuntutan zaman. Harus go digital,” tandas Untari, saat reses di Gedung Koperasi Wanita Serba Usaha, Setia Budi Wanita (SBW), Kota Malang, Selasa (2/11/2021).

Di depan pengurus Kopwan se-Malang Raya, Untari menegaskan, bahwa proses digitalisasi ini adalah tuntutan zaman. Menurutnya, dunia sudah memasuki era revolusi industri 4.0 yang dalam waktu dekat segera memasuki era 5.0.

Baca juga: Ajak Lestarikan Nilai-nilai Luhur Pendiri Bangsa, Untari: Kita Bukan Bangsa Ecek-ecek

Oleh karena itu, Ketua Umum Dekopin tersebut mengajak seluruh pengurus Kopwan di Malang Raya untuk bisa beradaptasi demi kemajuan dan membesarkan koperasi.

“Kenapa kita harus go-digital, karena ini adalah kemauan zaman. Salah satu hukum alam yang tidak bisa kita lawan itu adalah adaptasi. Barangsiapa tidak bisa adaptasi akan ditelan dan dilupakan oleh zaman,” tegasnya.

Sehingga, lanjut Untari, untuk bisa beradaptasi dengan perkembangan zaman, ada 3 langkah yang perlu dikuasai para pengurus Kopwan.

Tiga langkah tersebut adalah penguasaan internet, media sosial, dan penyiapan aplikasi pembayaran digital/payment gateway.

Penyediaan aplikasi pembayaran digital yang akan diberi nama Coop-Pay ini, terang dia, selain sebagai sarana pembayaran transaksi kebutuhan sehari-hari dan rumah tangga, akan memberikan peluang tambahan pendapatan baru bagi para anggota koperasi.

Caranya adalah melakukan kerjasama dengan setiap Kopwan sebagai induk koperasi yang anggotanya dapat menjadi mitra daripada platform pembayaran digital yang Coop-Pay.

Sehingga ketika ada masyarakat yang membutuhkan pembayaran iuran listrik, pulsa, air, dan lainnya dapat dibayarkan melalui anggota Kopwan yang menjadi mitra Coop-Pay.

“Kopwan akan saya dorong untuk menggunakan payment gateway ini, agar panjenengan punya pendapatan dari situ. Koperasinya akan dapat uang, panjenengan juga dapat,” beber Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur tersebut.

Selaku Ketua Umum Dekopin, dia memiliki cita-cita besar untuk membesarkan seluruh Koperasi yang ada di Indonesia. Dimulai dari Kopwan se-Malang Raya proses digitalisasi ini diawali, yang kemudian akan disebarkan ke seluruh wilayah di Indonesia.

Sehingga ke depan koperasi keberadaannya tidak kalah dengan perusahaan modern. Sebagai sokoguru perekonomian nasional, koperasi bisa membawa kesejahteraan bagi anggotanya dan semakin memberikan manfaat kepada masyarakat.

“Saya orang yang optimis, bahwa keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia itu bisa diwujudkan dalam koperasi, lebih spesifik lagi koperasi yang menggunakan sistem tanggung renteng,” ujar legislator dari Dapil Malang Raya tersebut.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan MoU antara Koperasi SBW dengan PT Bima Sakti Multi Sinergi selaku penyedia layanan dompet digital Coop-Pay. Hal ini sekaligus menandai era baru Koperasi SBW Malang go-digital. (ace/pr)