Tolak Klaim Malaysia, Repdem Kabupaten Malang Gelar Pertunjukan Reog

 146 pembaca

MALANG – DPC Relawan Perjuangan Demokrasi (Repdem) PDI Perjuangan Kabupaten Malang menggelar pertunjukan seni Reog Ponorogo, di Desa Kemiri, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Senin (18/4/2022).

Pertunjukan kesenian tradisional yang diinisiasi DPC Repdem Kabupaten Malang bersama Komunitas Seni Singo Wijoyo dan dan Kharisma Budaya tersebut disambut antusias warga sekitar.

Bendahara DPC Repdem Kabupaten Malang Bambang Prasetyo mengutarakan bahwa kegiatan ini adalah sebuah bentuk perlawanan terhadap klaim sepihak Malaysia yang menyebut Reog adalah kesenian asli negara tersebut.

Menurutnya, Reog Ponorogo sudah lama diakui sebagai warisan budaya tak benda Indonesia, sejak tahun 2013.

“Hari ini kita berada disini, berkumpul bersama untuk menegaskan bahwa Reog Ponorogo adalah budaya asli Indonesia, Merdeka!,” tegas Bambang yang juga Koordinator Acara Pagelaran Reog Ponorogo,

Pihaknya bakal membuat statemen dan video terkait sikap Repdem ini, untuk diberikan ke kedutaan besar Malaysia dan Kementerian Luar Negeri Indonesia.

“Kami Repdem Kabupaten Malang, salah satu sayap partai PDI Perjuangan menyatakan menolak dan mengutuk keras klaim sepihak Malaysia yang telah mengklaim sepihak daripada Reog Ponorogo bagian dari kesenian mereka,” tegasnya.

Selain itu, pihaknya juga akan mendesak pemerintah Indonesia untuk segera mendaftarkan kesenian-kesenian yang autentik lahir dari budaya leluhur bangsa ke Unesco. Hal ini perlu dilakukan agar menghindari adanya klaim sepihak dari negara lain terhadap budaya para leluhur bangsa Indonesia.

“Ini bukan yang pertama kali budaya Indonesia diklaim negara lain. Maka pemerintah juga harus secara tegas dan konsisten mendaftarkan kekayaan budaya kita ke Unesco,” tutur Sekretaris BSPN DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang tersebut.

Senada dengan yang disampaikan Bambang Prasetyo, Ketua DPC Repdem Kabupaten Malang, Redam Guruh Krismantara menyatakan kegiatan ini adalah bentuk kepedulian Repdem Kabupaten Malang untuk melestarikankan Reog Ponorogo sebagai budaya asli Indonesia.

Melalui pergelaran Reog Ponorogo ini, pihaknya berusaha untuk menggalang dukungan dari masyarakat melindungi budaya asli Indonesia dari klaim-klaim sepihak negara lain. Sekaligus memupuk kecintaan masyarakat.

“Apabila rakyat kita sendiri sudah acuh terhadap budayanya, maka akan sangat mudah dimanfaatkan negara-negara lain seperti klaim sepihak Malaysia terhadap Reog ini,” tutur Redam.

Sebagaimana salah satu poin dari Trisakti Bung Karno, urainya, berkepribadian dalam kebudayaan sebagai ciri khas bangsa yang membedakan dengan bangsa-bangsa lain di dunia.

Hal itu sebagai cermin dan gambaran pertumbuhan dan perkembangan bangsa tersebut sepanjang masa.

Dia menyebut tugas inilah yang harus diemban generasi muda penerus tongkat estafet kepemimpinan bangsa untuk bisa merawat dan melindungi warisan budaya nenek moyang.

“Tugas kita untuk mewarisi serta mewariskan budaya dan nilai-nilai luhur kepada generasi yang akan datang agar Indonesia selalu dikenal sebagai bangsa yang berkepribadian dalam kebudayaan,” jelasnya. (ace/pr)