Jumat
25 September 2026 | 10 : 03

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

TKN: Kepala Daerah Dukung Jokowi Bukan Berarti Kebal Hukum

pdip-jatim-hasto-di-posko-cemara2

JAKARTA – Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin, Hasto Kristiyanto mengatakan meski seorang kepala daerah mendukung Jokowi dalam Pilpres 2019 bukan berarti yang bersangkutan kebal terhadap hukum.

Hal ini merujuk pada tertangkap tangannya Bupati Pakpak Bharat, Remigo Yolando Berutu oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Minggu 18 November 2018 dinihari.

Remigo baru dilantik sebagai ketua relawan Jokowi di Pakpak Bharat sebelum akhirnya terjaring operasi tangkap tangan oleh tim KPK.

“Dukungan kepada Pak Jokowi bukan berarti garansi kemudian jadi kebal hukum. Dukungan kepada Pak Jokowi karena prestasi, karena rekam jejak, karena program-program Pak Jokowi yang memang dirasakan masyarakat bawah, tetapi juga membangun visi Indonesia ke depan,” kata Hasto di Media Center Jokowi-Ma’ruf, Jalan Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, kemarin.

Menurut Hasto, penegakan hukum khususnya kasus korupsi yang dilakukan KPK bersifat independen dan dipastikan tak ada campur tangan kewenangan dari seorang presiden.

“Apa yang dilakukan KPK itu bersifat independen, bersifat merdeka dan kalau kita lihat konfigurasinya, ya enggak hanya pendukung Pak Jokowi, semuanya sama,” jelas Hasto.

Sekjen PDIP itu kembali mengingatkan kepada semua pihak yang mendukung Jokowi-Ma’ruf haruslah atas kesadaran atas kinerja dan prestasi, bukan semata mencari perlindungan hukum.

TKN Jokowi-Ma’ruf, lanjut Hasto akan memberikan sanksi tegas bagi pendukung yang menyalahgunakan dukungannya tersebut. “Sebagai pendukung utama kami memberikan sanksi tegas bagi siapapun,” tegasnya.

Sementara itu, politisi PDI Perjuangan Eva Kusuma Sundari minta kasus suap yang menyeret Bupati Pakpak Bharat tidak dikait-kaitkan dengan dukungannya terhadap pasangan calon nomor urut 01, Jokowi-Ma’ruf.

“Jangan membangun asumsi relasi sebab akibat. Jokowi-Ma’ruf didukung banyak pihak. Ada juga barisan ulama, santri, kepala-kepala daerah yang jadi model antikorupsi,” kata Eva.

Lebih lanjut, Eva menekankan komitmen Nawacita Jokowi yang mendukung penegakkan hukum dan pemberantasan korupsi secara komprehensif. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

PEMILU

PDI Perjuangan Usulkan Parliamentary Threshold 6 Persen untuk RUU Pemilu

JAKARTA – PDI Perjuangan akan membawa usulan parliamentary threshold (PT) sebesar 6 persen sebagai sikap resmi ...
SEMENTARA ITU...

MMA Trenggalek Borong 10 Medali di Kejurprov Jatim, Jadi Modal Tatap Popda dan Porprov 2027

TRENGGALEK – Cabang olahraga (cabor) mixed martial arts (MMA) Trenggalek yang tergolong masih muda langsung ...
KABAR CABANG

Konsolidasi di Kecamatan Rembang, Kader Banteng Ditegaskan Harus Turun ke Akar Rumput

KABUPATEN ​PASURUAN — Jajaran pengurus dan kader PDI Perjuangan di Kabupaten Pasuruan diminta untuk tidak hanya ...
KRONIK

Tanam Bibit Kelapa di Bancaran, Bupati Lukman Optimis Ciptakan Sumber Ekonomi Baru

BANGKALAN – Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, bersama kelompok tani Kampung Kencat, Kelurahan Bancaran, melaksanakan ...
HEADLINE

Said Abdullah Optimistis Pendidikan Gratis SD hingga Perguruan Tinggi Dimulai 2028

JAKARTA – Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Said Abdullah optimistis program pendidikan negeri gratis mulai ...
EKSEKUTIF

Pemkot Surabaya Seragamkan Motif, Warna, dan Kualitas Batik untuk SD-SMP Negeri

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bakal menyeragamkan motif, warna, hingga kualitas seragam batik untuk ...