oleh

Tjahjo: Haul Bung Karno untuk Luruskan Sejarah Perjuangan Bangsa

-Berita Terkini, Kronik-11 kali dibaca

BLITAR – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo mengatakan, Haul Bung Karno kali ini untuk meluruskan kembali sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Di mana, sila-sila dalam Pancasila yang dicetuskan Presiden pertama RI, Ir Soekarno ada sisi spiritual dan sisi nasionalis.

Hal ini disampaikan Tjahjo Kumolo usai menghadiri acara Kenduri 1.001 Tumpeng dalam rangka Haul Bung Karno ke-48 dengan tema ‘Bung Karno: Proklamator, Bapak Bangsa dan Penyambung Lidah Rakyat’ di komplek Makam Bung Karno, Kota Blitar, Rabu (20/6/2018).

“Haul Bung Karno ini setidaknya kita ingin meluruskan tapak-tapak sejarah perjuangan bangsa. Mengingatkan kepada masyarakat dan diri saya sendiri bahwa apapun Bung Karno itu adalah Bapak Bangsa, Bapak Proklamator, penggali Pancasila, Presiden RI pertama kita,” kata Tjahjo.

Di mana, lanjut Tjahjo Kumolo, sila-sila yang dicetuskan Bung Karno di dalam Pancasila yang pertama adalah Ketuhanan Yang Maha Esa.

“Jadi, ada sisi spiritualnya dan sisi nasionalisnya. Tujuannya adalah mengingatkan warga masyarakat, mari kita luruskan sejarah perjuangan bangsa,” jelasnya.

Bahkan, kata dia, kolaborasi Nahdliyin-Nasionalis telah terjalin erat. Hal ini harus diperjuangkan demi keutuhan sebuah bangsa dan tegaknya NKRI dan Pancasila.

“Seperti yang disampaikan Bu Mega (Ketua Umum PDIP, red) dan Kiai Said (Ketua Umum PBNU, red) bahwa persahabatan Bung Karno dengan pendiri-pendiri NU, ulama-ulama sudah dijalin erat. Ini harus terus diperjuangkan demi nusantara dan demi keutuhan bangsa, demi untuk kemajemukan bangsa dan demi tetap tegaknya NKRI dan Pancasila,” ujar Tjahjo.

Selain Mendagri Tjahjo Kumolo, hadir pula Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi, Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo serta Menkum HAM Yasonna Hamonangan Laoly.

Selain itu, sejumlah tokoh seperti Kepala BIN Budi Gunawan, Anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Mahfud MD dan Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj.

Juga Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, calon Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf dan calon Wakil Gubernur Jatim Puti Guntur Soekarno. (goek)