Jumat
21 Agustus 2026 | 7 : 23

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Timnas

pdip-jatim-said-abdullah-lukisan

SEKALIPUN Tim Nasional sepak bola Indonesia gagal menjadi juara Piala AFF, bangsa dan rakyat Indonesia bangga dengan perjuangan yang diperlihatkan seluruh pemain. Kegigihan perjuangan sampai detik-detik terakhir memberikan gambaran semangat pantang menyerah garuda muda Indonesia. Tergambar jelas prospek potensi  masa depan sepak bola Indonesia dari kegigihan dan kualitas permainan yang diperlihatkan para pemain.

Selain hal-hal bersifat teknis permainan sepak bola yang membanggakan bagi seluruh rakyat Indonesia, kompetisi Piala AFF juga diam-diam menyuntikkan kesegaran baru tentang makna indah nasionalisme. Melalui permainan olah raga paling populer di dunia itu bangsa dan rakyat Indonesia seakan disegarkan kembali tentang nilai penting ikatan-ikatan persaudaraan sebagai bangsa. Semangat perjuangan Timnas sepak bola Indonesia seperti menaburkan embun pagi, yang bening dan bersih hingga menyegarkan semangat nasionalisme Indonesia.

Para pemain yang memiliki latar belakang berbeda  saling bahu membahu, bekerja sama berjuang untuk meraih kemenangan mengharumkan nama Indonesia. Warna-warna perbedaan disatukan tekad berjuang demi merah putih.

Tak ada di Timnas yang mempersoalan perbedaan latar belakangan. Tidak ada sikap sempit mempertanyakan dari mana dan berlatar belakang apa. Yang terbentang hanya semangat kerja sama sebagai Timnas Indonesia, yang mempertaruhkan nama bangsa di pentas internasional.

Pembagian tugas di tengah lapangan sepenuhnya atas ada keterampilan dan kemampuan. Siapa yang layak menjadi ujung tombak, bukan dilihat dari latar belakangnya tapi keterampilan dan kesesuaian perannya. Yang menjadi gelandang dipertimbangkan atas kemampuannya memainkan peran sebagai penyeimbang aliran bola dari pemain belakang pada pemain depan. Yang menempati posisi sebagai pemain belakang diukur atas dasar kekuataannya menjaga pertahanan dari serbuan pemain lawan.

Di luar lapangan, lihat gempita perhatian seluruh rakyat Indonesia. Siapapun dia, dari suku dan agama apapun serta sedang berada di daerah manapun,  semunya tersedot perhatian dan harapan pada Timnas. Hati, pikiran, perasaan, emosi tumpah ruah memberikan dukungan pada Timnas tanpa ada sedikitpun sekat perbedaan. Seperti di tengah lapangan bola, para pendukung Timnas pun bersikap sama; hanya berpikir memberikan dukungan dengan penuh harap agar dapat meraih kemenangan.

Lihatlah di berbagai tempat di negeri ini. Mudah ditemukan kelompok-kelompok nobar alias nonton bareng untuk memberikan dukungan pada perjuangan Timnas. Mereka berkumpul bersama, berteriak memberikan dukungan tanpa lagi-lagi ada sekat perbedaan. Semuanya hanya mengharapkan keberhasilan Timnas sepak bola Indonesia.

Inilah Indonesia yang sebenarnya, yang memiliki ikatan persatuan dan kesatuaan walau berbeda suku, agama, dan kelompok-kelompok ikatan kerja maupun organisasi. Perbedaan-perbedaan itu tidak membuat ikatan persaudaraan dan persatuan bangsa Indonesia retak. Justru perbedaan itu memperkaya dan mewujudkan keindahan luar biasa seperti indahnya taman bunga yang penuh warna warni.

Walau belum beruntung menjadi juara Piala AFF namun Timnas sepak bola Indonesia telah memberikan “piala” sangat berharga  tentang makna indah  nasionalisme, persatuan dan kesatuan rakyat dan bangsa Indonesia. Timnas seperti mencairkan riak-riak perbedaan -yang belakangan begitu marak hanya karena perbedaan pilihan politik- lalu menyatukannya dalam kebersamaan untuk meraih kejayaan mewujudkan Indonesia hebat. Teruslah berjuang garuda-garuda muda. Seluruh rakyat Indonesia selalu dan akan selalu memberikan dukungan pada perjuanganmu. (*)

Said Abdullah, Wakil Ketua Banggar DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan

Sumber: Koran Madura

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

EKSEKUTIF

JK Apresiasi Sangu Sampah Mas Ipin, Gabungkan Edukasi Lingkungan dan Menabung

OJK mengapresiasi program Sangu Sampah Mas Ipin di Trenggalek yang menggabungkan edukasi lingkungan, pengelolaan ...
HEADLINE

Semifinal-Final Soekarno Cup 2026 Gunakan Wasit Liga 1 dan VAR

SURABAYA – Soekarno Cup 2026 meningkatkan standar penyelenggaraan pertandingan dengan menggunakan wasit Liga 1 ...
KRONIK

Lepas Peserta Karnaval TK-PAUD se-Pohjentrek, Muhamad Zaini Ajak Kenalkan Budaya Sejak Dini

KABUPATEN PASURUAN – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Muhamad Zaini, secara resmi membuka dan memberangkatkan ...
EKSEKUTIF

Pemkot Surabaya Bidik Investasi Rp43 Triliun pada 2026, Layanan Digital Diperkuat

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya membidik realisasi investasi sebesar Rp43 triliun pada 2026. Untuk ...
KRONIK

Tiga Politisi Muda PDIP Tapal Kuda Masuk Nominasi Penghargaan Nasional

JEMBER – Tiga politisi muda PDI Perjuangan dari kawasan Tapal Kuda masuk nominasi penghargaan yang digelar salah ...
KRONIK

Korban TPPO Asal Jawa Barat Dipulangkan, Sinung Harap Kasus Serupa Tidak Terjadi Lagi

BONDOWOSO – Tiga perempuan asal Jawa Barat yang diduga menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) ...