oleh

Tiba di Trenggalek, Puti ke Ponpes Pengirim Laskar Santri Pengawal Kemerdekaan

-Berita Terkini, Kronik-26 kali dibaca

TRENGGALEK – Mengawali lawatannya di Trenggalek, Cawagub Puti Guntur Soekarno bersilaturahmi dengan sedikitnya 500 masyayikh, Kyai, Ibu Nyai, Gus, serta elemen masyarakat lainnya, Senin (5/2/2018) malam.

Acara Silaturahim dan Ramah Tamah dengan Cawagub Puti Guntur Soekarno itu digelar di Ponpes Subulus Salam, Desa Melis, Kecamatan Gandusari, yang diasuh KH Ali Ridho Mahalli.

Di Ponpes Subulus Salam, Puti didampingi Wakil Bupati Mochamad Nur Arifin atau yang akrab disapa Gus Ipin.

Hadir di acara itu, KH Achmad Zainuddin Jazuli, pengasuh Pondok Pesantren Al-Falah, Ploso, Kediri, serta masyayikh dan ulama Trenggalek.

Di acara silaturahim Arifin itu, memperkenalkan Puti sebagai cucu Bung Karno. “Kakek Mbak Puti ini yang memproklamasikan kemerdekaan negara ini,” kata Gus Ipin.

Arifin yang berpidato dengan gaya jenaka, dengan tegas akan turut bekerja keras memenangkan pasangan Gus Ipul-Mbak Puti di Pilkada Jatim 2018.

“Pada diri Mbak Puti mewarisi darah Bung Karno. Kami berharap untuk membumikan ajaran Bung Karno,” lanjutnya.

Dia menambahkan, kunjungan Mbak Puti tersebut sebagai upaya mendekatkan diri ke masyarakat. “Ini silaturahmi para ulama, santri, tokoh masyarakat, dan segenap elemen di Trenggalek dengan Mbak Puti setelah ditetapkan sebagai Cawagub Jawa Timur,” jelasnya.

Menurut Gus Ipin, Puti adalah sosok yang sangat tegas. Namun di balik ketegasannya itu, Puti juga begitu cair. Di mata Gus Ipin, Puti sangat terbuka dan tak segan menerima masukan dari siapapun.

“Dalam era demokrasi, mentalitas seperti ini sangat penting untuk mendapatkan aspirasi sebanyak mungkin,” ucap pria kelahiran Surabaya tersebut.

Gus Ipin mengaku salut atas inisiatif Puti yang mengawali kunjunannya di Trenggalek dengan mendatangi Ponpes Subulus Salam sebagai bagian dari rangkaian kunjungannya ke kawasan Mataraman. Ponpes ini sendiri punya nilai historis tinggi.

Menurut Gus Ipin, ponpes ini ikut mengirimkan laskar santri yang ikut terlibat dalam Perang 10 November di Surabaya. “Oleh sebab itu, kehadiran Mbak Puti sangat penting di pondok pesantren ini,” tambah alumnus SMAN 6 Surabaya tersebut.

Sementara itu, saat Puti mendapat giliran naik panggung, dia berbalas memuji karakter Gus Ipin yang dia sebut mirip dengan karakter Bung Karno di masa muda, ‘Kusno’.

“Kusno itu nama Bung Karno saat muda. Mas Ipin mirip. Bung Karno millennial,” kata Puti, disambut tepuk tangan meriah hadirin.

“Semoga ide-ide besar Bung Karno bisa dilakukan Mas Ipin di Trenggalek,” tambah Puti.

Dosen tamu di Universitas Kokushikan, Jepang ini pun menyinggung tugasnya saat ini, yakni sebagai calon wakil gubernur.

“Saya tidak berjalan sendiri. Di samping saya, ada para kyai, bu nyai, warga Trenggalek. Maka, tugas ini, Insya Allah bisa saya dilaksanakan,” ucapnya. (goek)